
Ilustrasi
JawaPos.com - Video anak SD yang diduga mengalami kekerasan oleh 'Bunda' nya viral di jagat sosial media. Video ini diunggah oleh pemilik akun media sosial Facebook Eris Riswandi.
Terunggahnya video tersebut, Senin (15/1), membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak tinggal diam. Sehingga, KPAI pun segera mengadukan hal tersebut ke pihak Polda Metro Jaya, Kamis (18/1). Kekerasan terhadap anak itu terjadi di Kuningan, Jawa Barat.
"Iya betul, awalnya kami mendapatkan pengaduan dari masyarakat. Kami langsung bekerjasama dengan Cybercrime Polda Metrojaya. itu kami sampaikan tanggal 18 Januari," ungkap Ketua KPAI, Susanto pada JawaPos.com, Sabtu (3/2).
Menggegerkan, ketika Susanto mengatakan pelaku yang menganiaya anak berumur delapan tahun tkersebut ada tiga orang. Susanto pun mengungkapkan kelegaannya dikarenakan para pelaku telah dirangkus di Polda Metro Jaya.
"Jadi anak itu posisi awalnya di Kuningan Jawa Barat, anak itu awalnya diasuh oleh neneknya kemudian sama orangtua memindahtangankan ke orang lain," jelas Susanto.
Orangtua korban, lanjut Susanto, merasa neneknya tidak baik dalam pengasuhannya, dinilai kurang cakap. Tapi, yang nampak justru sebaliknya, ketika diasuh oleh yang dipanggil 'Bunda' itu malah mendapat kekerasan.
"Kita terus mengusahakan agar korban ini mendapatkan rehabilitasi psikologis, kesehatan, dsb termasuk memastikan anaknya dapat bersekolah dengan baik," tegas Susanto.
"Sudah lama dia terpisah dari neneknya, yang bersangkutan mendapatkan kekerasan itukan merupakan perjalanan yang tidak mudah dan sekarang anaknya masih takut," lanjutnya.
Susanto mengungkapkan korban terpisah dari neneknya selama 1 tahun 7 bulan. Dirinya hanya mementingkan rehab untuk korban, pemastian pengasuhan berjalan dengan baik dan kesehatan juga akan dipastikan.
"Segera, kami juga akan menyurati Bupati sana untuk memastikan atensi khusus karena sudah viral. Saya kira ini sekaligus jadi trigger, jangan-jangan kasus seperti ini banyak juga," imbuhnya.
Maka dari itu, Susanto mengapresiasi keberanian masyarakat sekitar untuk melapor. Ini dapat menjadi pintu masuk dari kasus-kasus lain. "Banyak yang tidak terbongkar karena modusnya luar biasa. Apalagi kasus di ruang privat tidaklah mudah," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022