
Kepala Staf Presiden Moeldoko (tengah)
JawaPos.com - Pasca dilantik Presiden Jokowi jadi Kepala Staf Presiden, nama Moeldoko mulai dikait-kaitkan untuk Pilpres 2019. Bahkan mantan Panglima TNI itu disebut sebagai figur yang cocok untuk mendampingi Jokowi di Pemilu mendatang.
Munculnya nama Moeldoko ini ketika ada diskusi publik dengan tema Mencari Cawapres Pendamping Jokowi yang digelar Simpatisan Jokowi Mania Nusantara (Joman) di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/1).
Menurut Ketua Umum Joman Imanuel Ebenezer, kriteria yang terpenting untuk cawapres pendamping Jokowi harus ideal. Sosok itu harus dari militer ataupun sipil.
"Sosok yang ideal menurut kami adalah tidak memiliki beban masa lalu, tidak memiliki masalah hukum, apalagi tersangkut masalah korupsi dan wajib mempunyai totalitas dan loyalitas. Selanjutnya, sosok pendamping harus mampu mengikuti ritme kerja Jokowi," kata Imanuel Ebenezer.
Sosok cawapres untuk Jokowi itu namanya tidak hanya Moeldoko saja, tapi ada Menteri Keuangan Sri Mulyani, pengusaha Hary Tanoesoedibjo, dan akademisi Mahfud MD, Budi Gunawan, Tito Karnavian. "Siapapun boleh mendampingi Jokowi. Baik dari kalangan militer, polri, pengusaha ataupun akademisi," imbuhnya.
Immanuel melihat, Jokowi butuh pendamping yang dikehendaki oleh rakyat. Sosok seperti Moeldoko berlatar belakang militer dan tidak mempunyai riwayat buruk juga sangat berpeluang mendampingi Jokowi. "Namun nama-nama lain mempunyai peluang yang sama besarnya untuk cawapres pendamping Jokowi 2019," pungkas Immanuel.
Munculnya nama Moeldoko di bursa cawapres tidak kali ini saja. Sebelumnya pada hasil Indopolling Network Jakarta juga menyebutkann nama Moeldoko.
Direktur Indopolling Network Jakarta, Wempy Hadir menilai, figur dari kalangan militer yang tidak asing lagi bagi publik. "Sosok Moeldoko bagi saya adalah figur yang layak untuk pertimbangkan menjadi cawapres Jokowi. Ini merupakan kombinasi yang baik. Karena Moeldoko sendiri tidak hanya dikenal sebagai prajurit tapi beliau adalah seorang intelektual dengan segudang ilmu dan pengalamannya," jelasnya.
Meski demikian Wempy menuturkan, konstelasi politik masih sangat cair. Jika Moeldoko memang berkeinginan untuk maju pada pertarungan pilpres yang akan datang, maka perlu mendesain langkah-langkah yang strategis dalam rangka menggalang dukungan publik.
"Jika dukungan publik positif maka memuluskan langkah Moeldoko di 2019. Jika tidak, maka Moeldoko ketinggalan momentum untuk bertarung pada pilpres 2019 nanti," tuturnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
