Jumat, 27 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Teknologi

Gawat! Seluruh Komputer di Dunia Tidak Aman, Ada Celah Keamanan

| editor : 

komputer tidak aman

Ilustrasi kemanan komputer (ElectronicDesign)

JawaPos.com – Penemuan baru menyebutkan bahwa terdapat celah keamanan yang mengancam data pengguna komputer sejak dulu. Sebuah laporan terbaru dari The Register menyebutkan bahwa seluruh CPU yang ada di pasaran saat ini memiliki celah keamanan. Salah satunya adalah CPU buatan Intel.

Berdasarkan informasi yang JawaPos.com lansir dari laman Independent, Senin (8/1), celah keamanan yang ada pada prosesor Intel ini mampu menyerang sistem memori kernel Windows dan Linux. Celah ini dapat memberi kesempatan bagi peretas untuk langsung mengakses dan mencuri berbagai macam data penting dan pribadi dari PC korbannya.

Diberitakan bahwa temuan tersebut berhasil mengidentifikasi dua celah keamanan. Dua celah tersebut dijuluki dengan sebutan ‘Meltdown’ dan ‘Spectre’. Parahnya, dua celah keamanan itu ternyata sudah memengaruhi hampir semua perangkat yang dibuat oleh Intel dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

meltdown dan spectre

Meltdown dan Spectre Bug (TechCrunch)

Meltdown dan Spectre dapat membocorkan data yang tersimpan di dalam kernel unit prosesor Anda, program inti di sistem operasi yang menjembatani antara software dengan perangkat keras (prosesor). Kernel menyimpan data aplikasi yang berjalan dalam memori khusus, terpisah dari proses lain dan dilindungi oleh mekanisme proteksi.

Keduanya diduga sanggup digunakan untuk menembus pengamanan ini kemudian dimanfaatkan oeh hacker untuk mencuri informasi di dalam kernel. Misalnya data dari aplikasi password manager, browser, e-mail, hingga foto dan dokumen penting lainnya.

Salah satu peneliti kemananan Daliel Gruss menemukan bug Meltdown dalam sebuah e-mail kepada ZD Net. "Seorang penyerang bisa saja mengambil data apa pun dari sistem," tulis Daliel seperti JawaPos.com kutip dari laman ZDNet, Senin (8/1).

Karena sifatnya yang melibatkan kernel dan cara interaksi antara perangkat keras dan sistem operasi, Meltdown dan Spectre tak pandang bulu. Perangkat-perangkat berprosesor Intel, baik yang menjalankan Windows, Mac OS, atau Linux, ikut terdampak.

Seolah tak ingin disalahkan, Intel membela diri. "Banyak prosesor dan vendor sistem operasi berbeda juga memiliki kerentanan keamanan tersebut,” jelas pihak Intel dalam pernyataan resminya.

Tidak hanya berfokus pada CPU buatan Intel, beberapa jajaran CPU non-Intel ternyata memiliki celah keamanan serupa. Menanggapi hal tersebut, AMD bersikeras menolak anggapan CPU buatan perusahaannya rentan.

Peneliti Google juga berhasil melakukan serangan pada AMD FX dan CPU Pro. ARM juga sudah memastikan prosesor Cortex-A buatannya rentan.

Menurut tim penemu kedua bug atau celah tersebut, jenis Meltdown berdampak pada semua prosesor Intel yang menerapkan eksekusi out-of-order. Berarti, tiap prosesor Intel yang diproduksi sejak 1995 silam diduga mengidap celah keamanan ini, kecuali Itanium dan Atom sebelum 2013.

Berbeda dari Meltdown, Spectre berkeja dengan mengelabui aplikasi. Akibatnya isi memori dalam prosesnya bisa diakses oleh aplikasi lain. Spectre memanfaatkan Speculative Execution yang selama ini banyak dipakai prosesor-prosesor untuk mempercepat performa.

Berbeda dari Meltdown yang agaknya spesifik untuk prosesor Intel. Menurut tim peneliti, Spectre berimbas pada prosesor bikinan Intel, AMD, dan ARM. Jenis perangkat yang terjangkit bug Spectre pun bukan hanya komputer, tapi juga ponsel dan perangkat apa pun yang punya prosesor di dalamnya.

(ce1/ryn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP