
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkuku, dr Erna Wijaya Kesuma (dua dari kanan) saat memberikan keterangan pers
JawaPos.com - Pemerintah gencar menyosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk ikut dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum tercover dalam BPJS.
Seperti halnya di Sumatera Selatan (Sumsel). Tercatat, 3,4 juta warga Sumsel masih belum tercover BPJS Kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumsel, Babel dan Bengkuku, dr Erna Wijaya Kesuma.
Dikatakannya, dari 8,1 juta jumlah penduduk di Sumsel yang tercover atau terdaftar di BPJS Kesehatan hanya 4,7 juta orang. Artinya sekitar 3,4 juta warga Sumsel belum terdaftar di BPJS Kesehatan.
"Jadi memang masih banyak warga yang belum tercover BPJS Kesehatan saat ini," kata dr Erna Wijaya Kesuma saat memberikan keterangan pers di Kantor BPJS Kesehatan wilayah Sumsel, Selasa (2/1).
Ia mengaku, tidak mengetahui persis alasan masyarakat belum mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan. Namun ia menduga, kebanyakan masyarakat yang belum mendaftar ini merupakan pekerja dari perusahaan mikro atau kecil. Sebab, untuk perusahaan besar hampir seluruhnya sudah tergabung dalam BPJS Kesehatan.
Saat ini lanjutnya, peran pemerintah daerah (Pemda) sudah sangat baik terutama dari segi komitmen. Hanya saja, mungkin kesadaran dari masyarakat yang masih kurang. "Karena itu ke depan masyarakat mendaftarkan diri agar mendapatkan jaminan kesehatan," terangnya.
Menurutnya, dengan masih kurangnya warga yang tidak tercover BPJS tentunya berpengaruh terhadap pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Pencapaian UHC di Sumsel saat ini hanya 57,7 persen, padahal targetnya yakni 95 persen.
Karena itu, ke depan pihaknya akan bekerja lebih optimal untuk mencapai target tersebut. Ia mengaku, saat ini juga BPJS Kesehatan sudah terintegrasi dengan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Lebih lanjut ia megatakan, untuk di Sumsel, kabupaten/kota yang sudah melakukan integrasi antara BPJS Kesehatan dengan JKN-KIS yaitu Kabupaten OKI; Muba; Palembang; Banyuasin; OI; OKU; Muara Enim; Prabumulih; OKU Timur; OKU Selatan; Lahat; Musi Rawas; Musi Rawas Utara; Lubuklinggau; Pagar Alam; dan Empat Lawang.
"Ini sesuai dengan intruksi presiden untuk mengoptimalkan pelaksanaan JKN," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
