Sabtu, 20 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

Calon Ketum Ini Rela Jabatan Golkar Dipegang oleh Airlangga Hartarto

| editor : 

Aziz Syamsuddin

Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua DPP Partai Golkar, Aziz Syamsuddin rela jabatan ketua umum partai tempat dia bernaung diisi oleh koleganya, Airlangga Hartarto.

Aziz yang berencana ingin maju dalam bursa pemilihan calon ketua umum Partai Golkar, ikhlas jabatan Setya Novanto diambil alih oleh Airlangga. Sebab dalam rapat pleno sudah diputuskan Menteri Perindustrian tersebut menjadi ketua umum.

"Saya legawa saja, sama-sama legawa," ujar Aziz saat dikonfirmasi di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (14/12) dini hari.

Ailrlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Dok.JawaPos.com)

Anggota Komisi III DPR ini juga mengaku tidak ada deal-deal politik sehingga rela jabatan ketua umum diambil alih oleh Airlangga Hartarto. Menurut Aziz semua lebih kepada sikap dirinya untuk tetap menjaga persatuan di Partai Golkar agar tidak gaduh.

"Daripada gaduh, partai kan enggak boleh gaduh. Karena ada kepentingan lebih besar soal pilkada, pileg, dan pilpres," katanya.

Sementara itu, ketika disinggung soal penunjukkan dirinya menjadi Ketua DPR oleh Novanto beberapa waktu lalu, Aziz mengatakan, sampai saat ini dirinya tidak memikirkan jabatan ketua DPR yang telah diberikan terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP tersebut. Pasalnya jabatan itu sekarang ditentukan oleh ketua umum baru Airlangga Hartarto.

"Jadi saya serahkan kepada Pak Airlangga," pungkasnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto resmi terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar‎, menggantikan Setya Novanto yang sudah menjadi terdakwa dalam kasus e-KTP.

Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, berdasarkan AD/ART saat ini jabatan ketua umum sudah lowong karena Setya Novanto sudah menjadi terdakwa di kasus e-KTP. Dalam pasal 14 AD/ART Partai Golkar dinyatakan apabila status ketua umum sudah terdakwa, maka pencarian posisi tersebut lewat rapat pleno.

"Oleh karena itu, pleno ini adalah pergantian Setya Novanto kepada Airlangga Hartarto. Jadi itu bukan Plt tapi ketua umum definitif," ujar Nurdin dalam rapat pleno Partai Golkar, Slipi, Jakarta (13/12).

Ditambahkan Nurdin, pada tanggal 19 Desember nanti Partai Golkar akan menyelenggarakan musyawarah luar biasa (munaslub) di Jakarta. Itu dilakukan untuk mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar.

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP