Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 09.05 WIB

Kemenperin Pasok 356 Tenaga Kerja untuk Industri TPT

Sekjen Kemenperin Haris Munandar - Image

Sekjen Kemenperin Haris Munandar

JawaPos.com - Sebanyak 356 lulusan Politeknik STTT Bandung siap berkontribusi dalam peningkatan produktivitas dan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Salah satu unit pendidikan milik Kementerian Perindustrian ini fokus membidangi program studi terkait industri TPT.


"Industri TPT merupakan sektor padat karya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, Kemenperin telah memiliki berbagai program strategis melalui pendidikan dan pelatihan vokasi," ujar Sekjen Kemenperin Haris Munandar pada acara Wisuda Politeknik STTT Bandung, Sabtu (9/12).


Program strategis tersebut, antara lain dihasilkan dari para lulusan Politeknik STTT Bandung dan Akademi Komunitas Tekstil Solo, Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan) untuk industri garmen, serta pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan dengan industri.


Dari 356 yang diwisuda, 238 orang lulusan Program Diploma IV atau Sarjana Terapan dari jurusan Teknik Tekstil, Kimia Tekstil, Produksi Garmen dan Konsentrasi Fashion Desain. Selanjutnya, 30 orang lulusan Program Diploma III Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL), serta 88 orang lulusan Program Diploma I dan Diploma II dari kerja sama dengan asosiasi dan perusahaan TPT.


"Sebanyak 322 orang lulusan dari program reguler, telah diterima bekerja saat wisuda. Sisanya, dalam tiga bulan, akan terserap di industri," kata Haris.


Terjadi peningkatan penyerapan lulusan sebesar 15 persen. Di mana, di 2016 mencapai 75 persen dan 2017 menjadi 90,45 persen. Tahun ini ada sebanyak 130 perusahaan TPT yang meminta langsung lulusan Politeknik STTT Bandung.


Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi syarat mutlak untuk terwujudnya industri yang mandiri dan berdaya saing. Faktor utama lainnya adalah investasi dan teknologi.


"Politeknik STTT Bandung akan membuka program S2 terapan, yang saat ini tengah dibangun gedung program magister dengan empat lantai. Sejak tahun 2013, ketiga program studi Diploma IV telah mendapatkan akreditasi A dari BAN PT. Kami berharap juga mendapat akreditasi tingkat internasional,” ungkapnya.


Politeknik di lingkungan Kemenperin dikembangkan dengan spesialisasi di bidang industri. Selanjutnya, sebagai pusat penelitian dan pengembangan produk dan teknologi industri, serta menjalin kerja sama dengan industri untuk menyediakan pelayanan jasa pengujian atau jasa produksi dengan memanfaatkan fasilitas workshop dan laboratorium yang dimiliki.


Kemudian, melakukan peningkatan akreditasi sebagai bentuk pengakuan kualitas pendidikan, bermitra dengan lembaga pendidikan dan industri untuk pengembangan riset terapan serta bekerja sama dengan universitas di luar negeri untuk penerbitan jurnal internasional. Langkah-langkah ini dapat membuat unit pendidikan Kemenperin lebih kompetitif ke depannya.


Berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri TPT ke depan, kebutuhan tenaga kerjanya akan mencapai 135.000 orang per tahun atau 22,5 persen dari total penyerapan pekerja di seluruh sektor industri sebanyak 600.000 orang per tahun. Kemenperin menargetkan, hingga akhir tahun 2017, jumlah tenaga kerja yang terserap di industri TPT nasional sebanyak 2,73 juta orang dengan nilai ekspor diperkirakan sebesar USD 12,09 miliar.


"Maka, sektor industri TPT ini sebagai jaring pengaman sosial karena mampu menyerap tenaga kerja yang banyak," jelasnya.


Apalagi, industri TPT memiliki peran strategis dalam proses industrialisasi, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku (serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi), mempunyai keterkaitan baik antar industri maupun sektor ekonomi lainnya.


Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, industri TPT nasional mampu berdaya saing global. Pasalnya, sektor andalan ini telah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.


"Khusus untuk industri shoes and apparel sport, kita sudah melewati China. Bahkan, Di Brasil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80 persen," tegas Airlangga.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore