Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2017 | 04.21 WIB

Miris! Angka Cakupan ODHA Ikuti Terapi Pengobatan ARV Menurun

Ilustrasi AIDS - Image

Ilustrasi AIDS

JawaPos.com - ODHA (Orang dengan HIV AIDS) dengan memeriksa status HIV AIDS sejak dini maka akan diketahui seberapa persen kadar imunitas bertahan di dalam tubuh setiap orang. Sehingga dengan segera ODHA diberikan terapi pengobatan Antiretroviral (ARV) kepada mereka. Namun sayangnya, jumlah cakupan ODHA yang mengikuti terapi pengobatan ARV terus menurun.


Dalam data yang dilansir dari www.aidsdatahub.org, Jumat (1/12), angka cakupan ARV pada ODHA menurun menjadi hanya 13 persen sedangkan tahun sebelumnya 17 persen. Padahal ARV dapat memperpanjang harapan hidup penderita serta memberikan kehidupan yang normal seperti layaknya orang orang tanpa HIV.


"Yang masih cukup memprihatinkan adalah dari seluruh penderita HIV di Indonesia, cakupan terapi pengobatan AR menurun," kata Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo kepada JawaPos.com, Jumat (1/12).


Lalu, mengapa angka cakupan pengobatan HIV rendah dan apa bahayanya jika seseorang dengan HIV tidak mengkonsumsi ARV?


Agung menjelaskan penderita HIV tidak mengkonsumsi ARV banyak disebabkan tidak diterimanya orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di kalangan masyarakat. Masih banyak pasien merahasiakan status HIV nya dari keluarga dan lingkungan terdekatnya.


"Mereka takut ketahuan menderita HIV jika mereka mengkonsumsi obat ARV setiap hari," papar Agung.


Lalu mengapa ARV harus di minum setiap hari?


ARV atau anti retro viral berfungsi menghambat pertumbuhan sel virus HIV di dalam tubuh ODHA. Jika ARV diminum secara rutin, maka pertumbuhan sel virus sangat rendah atau bahkan tidak terjadi, dan kualitas hidup ODHA menjadi baik. Dan yang paling penting, risiko penularan HIV dari ODHA tersebut ke orang lain menjadi sangat sangat rendah.


"Oleh karena itu diperlukan peran masyarakat serta pemerintah dalam penurunan stigma dan penolakan terhadap ODHA, sehingga mereka dapat diterima di masyarakat dan dapat hidup damai dengan penyakitnya," tegasnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore