Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2017 | 18.34 WIB

Pengembangan BUMDes di Kota Ini Perlu Dukungan Dana Desa

ILUSTRASI: Kepala Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik Muwaffaq sibuk menemui pegawainya di BUMDes Melirang. - Image

ILUSTRASI: Kepala Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik Muwaffaq sibuk menemui pegawainya di BUMDes Melirang.

JawaPos.com - Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) membutuhkan dukungan penuh keberadaan dana desa. Sampai kini masih ada desa yang setengah hati dalam menggelontorkan dana desa yang diterimanya untuk pengembangan BUMdes. Padahal, dana desa yang diberikan cukup besar berkisar Rp 800 juta.


Hal itu seperti disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi, seusai menjadi pembicara pada kegiatan BUMDes talk. Kegiatan berlangsung Senin (13/11) di Hotel Swiss Bellin Saripetojo, Purwosari, Solo.


Lebih lanjut, Anwar mengatakan, saat ini masih ada BUMDes yang hanya mendapatkan anggaran Rp 5 juta saja. ''Ada juga yang hanya 10 juta dalam setahun oleh perangkat desa. Itu jelas tidak proporsional untuk BUMDes, mengingat dana desa yang diterima oleh desa berkisar Rp 800 juta,'' terang Anwar.


Seharusnya, dana desa yang diberikan kepada BUMdes dapat lebih besar. Apalagi bagi BUMDes yang sudah mempunyai perencanaan usaha jelas. Anwar optimistis adanya bantuan dari dana desa yang mencukupi akan mampu mendorong BUMDes untuk lebih berkembang lagi.


''Saat ini jumlah BUMDes di 74.910 desa se-Indonesia mencapai 22.000, itu jauh meningkat dibandingkan jumlah tahun lalu 18.000 desa. Masih banyak yang stagnan atau tidak berkembang,'' kata Anwar.


Selain mengandalkan adanya dana desa, Kemendes PDTT akan mengupayakan agar BUMDes mendapatkan pendanaan mencukupi. Salah satunya menggandeng lintas instansi. Seperti perguruan tinggi, perbankan, dan juga BUMN. Anwar yakin, nantinya BUMDes berkembang akan semakin membuka peluang untuk lapangan pekerjaan.


''Seperti tahun lalu BUMDes bisa menyerap hingga 200 ribu tenaga kerja penuh waktu dan 15 juta tenaga paruh waktu. Itu menjadi salah satu strategi yang cukup efektif untuk menekan laju urbanisasi,'' ujar Anwar.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore