
Contoh Warung Anak Sehat (WAS) untuk menerapkan pola jajan sehat bagi anak
JawaPos.com - Mengentaskan permasalahan gizi baik stunting (anak kerdil) maupun obesitas di Indonesia terutama pada anak usia sekolah, harus dimulai dari perbaikan kebiasaan dalam mengonsumsi jajanan sehat di sekolah. Anak di usia sekolah paling suka jajam di dalam maupun sekitar sekolah. Sayangnya kondisi ini tak selalu dibarengi dengan ketersediaan makanan atau jajanan yang bersih dan sehat.
Menurut 'Laporan Aksi Nasional PJAS 2014', sebanyak 23,82 persen pangan jajanan anak sekolah yang diuji sampel oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih tidak memenuhi syarat akibat cemaran mikrobiologi. Oleh karena itu, kebiasaan dalam mengonsumsi jajanan sehat perlu digalakkan melalui edukasi gizi yang tepat untuk para murid, guru atau pihak sekolah, orang tua murid, hingga penjual jajanan di lingkungan sekolah.
Sarihusada memiliki Program Warung Anak Sehat (WAS) yang telah berjalan di tahun kedua, bertujuan mewujudkan sekolah dengan kantin sehat melalui pendampingan dan penyediaan material edukasi. Langkah ini bisa dilakukan di tiap sekolah apalagi yang belum memiliki kantin sehat.
“Ini adalah langkah nyata dari kami dalam mendukung upaya pemerintah untuk memperbaiki status gizi anak," kata WAS Project Manager Sarihusada Talitha Andini Prameswari, Kamis (26/10).
Program WAS memiliki target untuk memperbaiki kebiasaan anak sekolah dalam mengonsumsi makanan atau jajanan bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Dalam kesehariannya, anak di usia sekolah akan menghabiskan waktu di sekolah lebih banyak. Untuk itu intervensi makanan atau jajanan sehat di sekolah sangat penting.
"Kami melihat bila anak memiliki status gizi yang baik, maka anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional, secara optimal," jelasnya.
Program WAS kini telah menjangkau 350 Sekolah Dasar di empat kota di Indonesia yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon. Dalam menjangkau sekolah-sekolah tersebut, WAS mendapatkan rekomendasi dari pemerintah, sehingga program WAS dapat bersinergi dengan program pemerintah dan berjalan tepat sasaran.
Program ini berfokus kepada pemenuhan gizi sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang (PROGRAS) dan pemberdayaan perempuan melalui usaha mikro. Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) dan CARE International Indonesia juga melakukan edukasi gizi yang menyasar kepada guru, orang tua, dan juga penjual jajanan di lingkungan sekolah.
“Selain mengedukasi dan melatih kantin, orang tua dan guru juga diberikan informasi penting untuk dapat membentuk perilaku konsumsi atau jajan anak dengan sehat," jelas Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Sri Anna Marliyati.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
