Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Oktober 2017 | 01.27 WIB

Reka Ulang Pembunuhan yang Melibatkan WNI Bikin Heboh KLIA

LELAH: Doan Thi Huong (kiri) dan Siti Aisyah saat reka kejadian di KLIA hari ini (24/10). - Image

LELAH: Doan Thi Huong (kiri) dan Siti Aisyah saat reka kejadian di KLIA hari ini (24/10).

JawaPos.com – Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, hari ini (24/10) heboh. Selama tiga jam, salah satu bandara tersibuk di dunia itu menjadi tempat reka adegan pembunuhan Kim Jong-nam, kakak pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.


Reka adegan itu menghadirkan dua perempuan yang dituduh membunuh Jong-nam tersebut. Dilindungi dengan ketat plus mengenakan rompi anti peluru, Siti Aisyah, 25, yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan Doan Thi Huong, 28, dari Vietnam, berkeliling di tempat kejadian. Mereka dikelilingi oleh puluhan polisi berpakaian balaclava yang berusaha menghalau wartawan.


Di tengah kunjungan, Doan tampak tidak sehat saat Siti Aisyah menangis. Mereka pun harus duduk di kursi roda. Pengacara keduanya mengatakan bahwa tersangka sangat lelah karena karena terbebani oleh rompi mereka. ”Mereka harus memakai rompi anti peluru, itu berat. Dan kami berjalan selama tiga jam. Energi Siti Aisyah dan Doan habis,” kata Gooi Soon Seng, pengacara Aisyah.


Tidak hanya keduanya, reka adegan itu juga dihadiri hakim, jaksa, dan pengacara pembela. Tujuannya agar mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai kejadian yang berlangsung pada 13 Februari tersebut.


”Rekaman CCTV diambil dari berbagai tempat dan kamera jadi kami tidak bisa mendapatkan gambaran lengkap tentang kejadian itu,” kata Gooi kepada wartawan setelah kunjungan tersebut.


Jong-nam meninggal saat menuju rumah sakit setelah mengeluh bahwa seorang wanita telah menyemprotkan bahan kimia padanya. Rekaman CCTV yang beredar di media memperlihatkan ada dua perempuan yang mendekati Jong-nam dan memulaskan agen saraf VX di wajah lelaki itu. Para tersangka mengatakan bahwa mereka ditipu karena disebutkan kalau yang mereka lakukan hanya sekadar lelucon.


Doan dan Aisyah adalah dua tersangka yang ditahan dalam pembunuhan Jong-nam yang sudah terbuang dari keluarga penguasa Korut. Dia selama ini dalam pengasingan dan tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun. Polisi telah menuduh empat tersangka lain, meski asal negara dan nama lengkap mereka belum dirilis.


Badan mata-mata Korea Selatan mengatakan pembunuhan tersebut adalah rencana Kim Jong-un yang sudah disusunnya selama lima tahun. Orang yang kenal Jong-nam menyebutkan kalau lelaki itu memang selalu meyakini suatu saat nanti ada orang yang akan membunuhnya.


Pyongyang sendiri membantah semua tuduhan yang dilabelkan kepada mereka. Tak hanya itu, negeri itu bahkan belum mengakui bahwa orang yang meninggal itu adalah Kim Jong Nam.


Sejak persidangan dibuka pada 2 Oktober 2017, para saksi memberi kesaksian bahwa Jong-nam meninggal karena keracunan racun VX akut. Dan racun itu ditemukan di wajah dan pakaian korban serta pelaku serta di kuku Doan.(*)

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore