Senin, 23 Oct 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Indonesia Akan Tawarkan Thailand Pertukaran Biodiesel Dengan Etanol

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif terus di dorong oleh pemerintah. Sayangnya, niatan tersebut masih terkendala soal harga.

Etanol yang akan digunakan sebagai alternatif bahan bakar haruslah memiliki tingkat kemurnian sebesar 99,5 persen. Untuk mencapai itu, dibutuhkan proses yang menghabiskan banyak biaya. Saat ini, etanol hanya digunakan sebagai salah satu komponen dasar makanan dan minuman beralkohol.

Atas dasar itu, Anggota DEN, Rinaldy Dalimi, mengatakan pihaknya berencana akan melakukan swap atau pertukaran dengan Thailand yang memiliki etanol dengan tingkat kemurnian tinggi. Sementara negeri gajah itu akan mendapat biodiesel dari Indonesia.

"Jadi Thailand kasih ke kita etanol, kita kasih ke Thailand biodiesel. Etanol Thailand yang sudah fuel grade," ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/10).

Rencana itu nantinya masih harus didiskusikan terlebih dahulu dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM. Dia berharap, pertukaran ini akan memberi keuntungan melimpah bagi Indonesia.

"Kita minta kepada Menteri Perindustrian (Airlangga Hartarto) dan Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) untuk mendiskusikan itu. Karena itu menguntungkan kita juga kalau itu bisa dilakukan," terangnya.

DEN juga berharap Kementerian Keuangan mau memberi insentif terhadap etanol untuk bahan bakar. Tujuannya, tentu untuk mengurangi biaya agar tidak terlalu tinggi.

"Tadi diskusinya itu dikhawatirkan kalau-kalau, etanol itu kan dikhawatirkan jadi minuman. Kalau etanol yang food grade kan seharusnya tidak sama dengan fuel grade (untuk bahan bakar) pajak masuknya. Yang begini-begini kita diskusikan," pungkasnya. 

(cr4/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP