Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2017 | 08.57 WIB

PT Pupuk Indonesia Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

Secara nasional, penyaluran pupuk ke sektor tanaman pangan, khususnya bersubsidi, dalam memasuki masa tanam ini cukup baik. - Image

Secara nasional, penyaluran pupuk ke sektor tanaman pangan, khususnya bersubsidi, dalam memasuki masa tanam ini cukup baik.

JawaPos.com - Memasuki musim tanam pada Oktober ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) memprioritaskan kebutuhan dalam negeri untuk mengamankan stok di sektor tanaman pangan. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan, kendati permintaan ekspor urea Pupuk Indonesia cukup tinggi, pihaknya mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang meningkat


Hal itu disampaikan Aas dalam kunjungan ke Gudang Lini III/Kabupaten untuk mengecek gudang dan distribusi di Karawang Jawa Barat. Dia pun menyebutkan, secara nasional, penyaluran pupuk ke sektor tanaman pangan, khususnya bersubsidi, dalam memasuki masa tanam ini cukup baik.


"Stok saat ini juga cukup aman. Hingga 2 Oktober 2017. Secara nasional total stok di lini III & IV, atau di Gudang kabupaten dan kios sebesar total 1.189.455 Ton. Jumlah ini tiga kali lipat lebih dari ketentuan stok, belum termasuk stok yang terdapat di Gudang pabrik dan provinsi," jelas Aas, dalam surat elektronik yang diterima JawaPos.com.


Rincian stok nasional di Lini III & IV terdiri dari 566.795 ton urea, 310.875 ton NPK, 135.500 ton SP36, 112.927 ton ZA, dan 63.358 ton organik. Jumlah ini dinilai cukup hingga 2 bulan ke depan.


Sementara untuk penyaluran, sampai dengan akhir September, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 2.652.877 ton, NPK 1.734.810 ton, SP-36 sebesar 592.089 ton, ZA 673.401 ton, dan organik 432.944 Ton.


“Untuk wilayah Jawa Barat, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk empat kali lipat melebihi dari alokasi yang ditentukan oleh Pemerintah. stok pupuk ini dapat memenuhi kebutuhan petani untuk musim tanam," sambung Aas.


Stok pupuk di gudang Lini III dan IV urea di Jawa Barat saat ini (per 2 Oktober 2017) sebesar 91.485 ton. Angka ini mencapai empat kali lipat dari ketentuan stok pemerintah, yaitu 18.764 ton.


Sementara, stok untuk jenis lainnya, yaitu NPK sebesar 32.164 ton, SP-36 24.785 ton, ZA 9.389 ton dan organik 10.069 ton. Mengenai, penyaluran di Jawa Barat, sampai dengan akhir September Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 348.100 ton, NPK 213.044 ton, SP-36 118.108 ton, ZA 47.322 ton dan organik sebesar 25.266 ton.


Jawa Barat merupakan provinsi lumbung padi nasional, dengan kebutuhan alokasi pupuk 581 ribu ton urea/tahun. "Sebagai operator produsen pupuk di Indonesia, kami bertanggung jawab untuk pemantauan secara intensif dari stok hingga kebutuhan petani akan pupuk urea bersubsidi," ujar Aas lagi.


Menanggapi kemungkinan kelangkaan pupuk pada saat masa tanam, Aas mengatakan pihaknya telah mengantisipasi dengan meningkatkan sistem monitoring distribusi, menambah jumlah tenaga pemasaran di daerah-daerah, serta memperkuat armada transportasi baik darat maupun laut. Di samping melipatgandakan ketersediaan pupuk.  Faktor lain yang menghambat penyaluran distribusi pupuk adalah terjadinya cuaca buruk.


"Untuk itu kami akan meningkatkan perencanaan logistik untuk mencegah terjadinya keterlambatan pengiriman pupuk ke daerah-daerah," tandasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore