
Dua pelajar dan seorang guru SDI Alkhair di Desa Belanting Kecamatan Sambelia antusias hendak belajar meski kondisi ruang belajar mereka memprihatinkan.
JawaPos.com - Ketika mendapatkan tanah hibah dari salah seorang warga, masyarakat Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, penuh semangat mendirikan sekolah. Namanya SD Islam Alkhair.
Lembaga pendidikan ini sengaja didirikan demi memberikan fasilitas sekolah anak-anak sekitar. Hanya saja dari tanah hibah itu bangunannya belum dapat dibangun seperti sekolah lainnnya, karena keterbatasan finansial dari pengelolanya. Akan tetapi hal itu tidak mengurangi semangat belajar dari siswa dan guru-gurunya.
Hanya saja guru dan siswa SD Islam Alkhair kini mulai waswas, karena musim hujan sudah tiba. Mereka terancam libur khusus. "Bisa dilihat sendiri atapnya seperti apa. Kalau hujan, ruangan ini banjir dan anak-anak tidak bisa belajar. Jadi, kalau hujan sering diliburkan," tutur Kepala SDI Darul Khair Nasrudin.
"Ini kelas darurat. Karena tidak ada biaya untuk bangun ruangan, kami pakai ruangan ini," imbuhnya.
Memang, bangunan yang memprihatinkan itu menggunakan atap ilalang. Dindingnya pun terbuat dari bambu yang sudah koyak di sana-sini. Atapnya terlihat bocor dan dindingnya rusak seolah membuat banyak pintu di sisi-sisi dinding.
Kepada Lombok Post (Jawa Pos Group), pria yang juga merangkap guru kelas itu menuturkan, sekolah tersebut dibangun pada 2010. Pemrakarsanya adalah masyarakat setempat, setelah salah seorang warga-H Hidir Riadi-menghibahkan tanahnya.
Warga prihatin dengan anak-anak yang harus berjalan sekitar 5 kilometer untuk sekolah di SD terdekat Desa Belanting. Anak-anak harus berjalan sejam hingga dua jam untuk mencapai sekolah terdekat.
Mandiri tanpa harus bergantung pada bantuan pihak sekolah terus berusaha untuk bisa memberikan pendidikan yang optimal kepada siswanya. Semua itu demi cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.
Apa yang dilakukan Khair Nasrudin ini bersama pengurus sekolah patut menjadi motivasi dan inspirasi. Mereka mampu bergerak tanpa harus menunggu bantuan pemerintah walaupun tujuannya untuk anak bangsa. Pengabdiannya ini sejalan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dikomandoi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
