Selasa, 21 Nov 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Politik

PKS Isyaratkan Tinggalkan Gerindra, Mulyadi: Partai Lain Masih Banyak

| editor : 

Gerindra Tarik Dukungan

Ilustrasi (Dok.Jawapos.com)

JawaPos.com - Penarikan dukungan DPD Gerindra Jawa Barat terhadap Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu berbuntut panjang. Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai gerah dengan sikap yang ditunjukan Gerindra Jabar.

Ketua DPP PKS, Mardana Ali Sera mengisyaratkan bakal meninggalkan Gerindra jika memang koalisi sekutu yang sejak lama dirintis, tak terjadi di Pilgub Jabar 2018.

Bahkan, pihaknya juga ogah kembali berkoalisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti.

Lantas bagaimana reaksi Gerindra Jabar?

"Saya tetap pada keputusan saya untuk mencabut dukungan untuk Demiz-Syaikhu," ungkap Mulyadi kepada RMOLJabar (Jawa Pos Grup), Kamis (21/9).

Mulyadi juga menanggapi ihwal ancaman PKS di Pilpres 2019. Mulyadi berpandangan bahwa segala kemungkinan di Pilpres 2019 masih dinamis dan cair.

"Proses judicial review masih berjalan di MK, bisa jadi dibatalkan tanpa ada syarat presidential treshold 20 persen," katanya.

Mulyadi memberikan saran kepada DPP Gerindra apabila memang PKS jadi meninggalkan partainya di Pilpres 2019 nanti. Menurutnya, masih banyak partai lain yang dapat diajak berkoalisi.

"Demi kepentingan bangsa, bisa saja Gerindra koalisi dengan Partai Demokrat (61 kursi) atau PAN (47 kursi), kan PKS kursinya 40. Jadi, sekali lagi, demi kepentingan bangsa, saya kira Partai Demokrat dan PAN pasti bisa bersama-sama berjuang bersama Gerindra," tegasnya.

Bahkan, kata dia, kemungkinan partai lain pun bisa bersama-sama dengan Partai Gerindra ketika memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan bangsa.

"Atau bisa juga dengan partai lain yang memiliki frekuensi yang sama untuk kepentingan lebih besar demi kemajuan bangsa," tandasnya.

(mam/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP