
Lalu lintas di sekitar Simpang Susun Semanggi di petang hari.
JawaPos.com - Ada perubahan signifikan terhadap lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Semenjak beroperasiniya Simpang Susun Semanggi (SSS), kini kecepatan kendaraan yang melintas di sekitar kawasan itu meningkat menjadi 16 km per jam.
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kini kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas di jembatan Semanggi menjadi 16,78 km/jam. Sebelumnya di kawasan itu kecepatan kendaraan maksimal hanya 9,13 km per jam. Kondisi itu terlihat di jam sibuk pagi hari.
"Kalau jam sorenya, sebelumnya (ada SSS) 7,18 menit atau 8,25 km per jam. Setelah (ada SSS) cuma 5,33 menit atau 11 km per jam," ungkap Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah kepada JawaPos.com, Kamis (21/9).
Lebih jauh Andri Yansyah menyebutkan, setiap harinya kawasan Semanggi dilintas 250 kendaraan. Jumlah demikian memicu kemacetan lalu lintas yang sulit dihindarkan. Terutama di jam-jam sibuk.
Kini semenjak SSS diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 17 Agustus lalu, kini kusut lalu lintas atau weaving di Jembatan Semanggi dapat ditekan.
Sebab, sebelum SSS beroperasi aktivitas weaving mencapai sekitar 75 ribu kendaraan per hari atau sekitar 30% dari total kendaraan yang melintasi Jembatan Semanggi.
"Terjadinya kemacetan di Jembatan Semanggi akibat tingginya volume lalu lintas yang melintas. Persilangan antara pergerakan kendaraan yang akan masuk ke kupingan dengan pergerakan yang akan keluar dari kupingan juga tinggi," sambung Andri.
Menurutnya, pengoperasian Simpang Susun Semanggi dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan rata-rata yang diperlukan dalam melintasi Jembatan Semanggi sebesar 25-50%.
"Istilahnya gini, seribu (kendaraan) satu jalan, sekarang dua jalan. Sudah mulai terbagi (jalannya). Masyarakat jadi punya pilihan lebih banyak," terangnya.
Jembatan lengkung terpanjang se-Indonesia itu dibangun berpasangan, yaitu arah Cawang ke Bundaran HI sepanjang 826 meter dan jalur lingkar dari arah Grogol ke Blok M sepanjang 796 meter. Dengan total panjang 1.622 meter, diharapkan tingkat kemacetan kawasan Semanggi dapat berkurang hingga 30%.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
