Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2017 | 21.40 WIB

Sejak Ada Simpang Susun Semanggi, Kecepatan Mobil Jadi 16 Km per Jam

Lalu lintas di sekitar Simpang Susun Semanggi di petang hari. - Image

Lalu lintas di sekitar Simpang Susun Semanggi di petang hari.

JawaPos.com - Ada perubahan signifikan terhadap lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Semenjak beroperasiniya Simpang Susun Semanggi (SSS), kini kecepatan kendaraan yang melintas di sekitar kawasan itu meningkat menjadi 16 km per jam.


Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kini kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas di jembatan Semanggi menjadi 16,78 km/jam. Sebelumnya di kawasan itu kecepatan kendaraan maksimal hanya 9,13 km per jam. Kondisi itu terlihat di jam sibuk pagi hari.


"Kalau jam sorenya, sebelumnya (ada SSS) 7,18 menit atau 8,25 km per jam. Setelah (ada SSS) cuma 5,33 menit atau 11 km per jam," ungkap Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah kepada JawaPos.com, Kamis (21/9).


Lebih jauh Andri Yansyah menyebutkan, setiap harinya kawasan Semanggi dilintas 250 kendaraan. Jumlah demikian memicu kemacetan lalu lintas yang sulit dihindarkan. Terutama di jam-jam sibuk.


Kini semenjak SSS diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 17 Agustus lalu, kini kusut lalu lintas atau weaving di Jembatan Semanggi dapat ditekan.


Sebab, sebelum SSS beroperasi aktivitas weaving mencapai sekitar 75 ribu kendaraan per hari atau sekitar 30% dari total kendaraan yang melintasi Jembatan Semanggi.


"Terjadinya kemacetan di Jembatan Semanggi akibat tingginya volume lalu lintas yang melintas. Persilangan antara pergerakan kendaraan yang akan masuk ke kupingan dengan pergerakan yang akan keluar dari kupingan juga tinggi," sambung Andri.


Menurutnya, pengoperasian Simpang Susun Semanggi dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan rata-rata yang diperlukan dalam melintasi Jembatan Semanggi sebesar 25-50%.


"Istilahnya gini, seribu (kendaraan) satu jalan, sekarang dua jalan. Sudah mulai terbagi (jalannya). Masyarakat jadi punya pilihan lebih banyak," terangnya.


Jembatan lengkung terpanjang se-Indonesia itu dibangun berpasangan, yaitu arah Cawang ke Bundaran HI sepanjang 826 meter dan jalur lingkar dari arah Grogol ke Blok M sepanjang 796 meter. Dengan total panjang 1.622 meter, diharapkan tingkat kemacetan kawasan Semanggi dapat berkurang hingga 30%.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore