Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 September 2017 | 23.25 WIB

PSSI Pasrahkan Sanksi Pelaku Pelempar Petasan Kepada Polisi

PASRAH: Sekjen PSSI Ratu Tisha menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait sanksi pelaku pelemparan petasan yang menewaskan seorang suporter Timnas Indonesia. - Image

PASRAH: Sekjen PSSI Ratu Tisha menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait sanksi pelaku pelemparan petasan yang menewaskan seorang suporter Timnas Indonesia.

JawaPos.com- Pelaku pelemparan petasan yang mengakibatkan satu suporter tim nasional Indonesia tewas seusai laga kontra Fiji, Sabtu lalu (2/9) sudah ditangkap. Pelaku tersebut diketahui berasal dari Solo dengan inisial ARP atau yang akrab disapa Rico.


Nah, kendati perbuatan Rico tersebut telah memakan korban jiwa dan merugikan sepak bola nasional, PSSI tetap memilih bijak. Otoritas tertinggi sepak bola nasional itu tidak mempengaruhi langkah polisi. PSSI tak ingin mendesak pihak berwajib memberikan sanksi berat kepada pemuda berusia 25 tahun itu. ”Kami pasrahkan semuanya kepada pihak berwajib,” kata Ratu Tisha Destria, Sekjen PSSI.


Meski begitu, Tisha berharap, semua suporter bisa bekerja sama dan menumbuhkan kesadaran dalam pribadi masing-masing, bahwa, menyalakan petasan, flare dan sejenisnya dalam stadion adalah tindakan yang sangat berbahaya. Apalagi, semua hal tersebut juga sudah dilarang oleh FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional).


Kepolisian di negeri ini juga tidak mengizinkan peredaran petasan. Karena itu, PSSI berharap suporter tak lagi menyalakan petasan atau flare di stadion. Dalam kesempatan tersebut PSSI juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak kepolisian.


”Kami juga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja keras mulai hari kejadian sampai akhirnya bisa menangkap pelakunya,” ujar Tisha. ”Semoga ke depannya sinergi antara kepolisian dan pengamanan internal SSI bisa ditingkatkan untuk sepak bola kita yang lebih baik,” imbuhnya.

Tisha menjelaskan, dari PSSI, area football security dalam laga Indonesia melawan Fiji di Stadion Patriot, Bekasi, 2 September lalu merupakan trial pertama yang mereka coba dengan menggunakan 130 personel terlatih. Para personel itu sudah mereka tempatkan di berbagai titik. Sayang, ada hal tak terduga yang menyebabkan tewasnya Catur Yuliantono.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore