
MASIH TERTEKAN: Deretan produk elektronik di Hartono Elektronika, Bukit Darmo Boulevard, Surabaya.
JawaPos.com - Penjualan elektronik pada tahun ini diperkirakan belum memenuhi harapan produsen dan retailer. Alasannya, permintaan pasar pada semester kedua ini belum membaik.
Presiden Direktur Hartono Elektronika Roy Suprapto menyatakan, pihaknya masih menikmati pertumbuhan pasar pada semester pertama. Namun, target perseroan 10 persen belum tercapai jika dibandingkan dengan tahun lalu. ’’Kondisi ekonomi belum terlalu membaik sehingga ada kelesuan di beberapa sektor,’’ ujarnya kemarin (31/8).
Kontribusi utama penjualan Hartono masih ditopang home appliances. Porsinya sekitar 30 persen. Setelah itu dari produk audiovisual. ’’Pada tahun ini pun, kami belum berani ekspansi membuka toko baru akibat kondisi pasar. Tahun depan barulah kami berani ekspansi ke Jakarta,’’ katanya.
Hartono telah memiliki 10 gerai elektronik. Sembilan gerai berada di Jawa Timur dan satu gerai di Jakarta.
Senada dengan Hartono Elektronika, Direktur UFO Electronics Poedji Harixon mengakui bahwa pihaknya justru mengalami penurunan penjualan 10 persen bila dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu. ’’Pada awal semester kedua ini, belum ada kenaikan permintaan yang signifikan. Kami harapkan ada perbaikan pada bulan 9 nanti atau pada kuartal keempat,’’ tuturnya.
Meski demikian, ada sejumlah produk yang penjualannya meningkat, terutama kulkas yang mampu naik 15 persen karena terdorong momen Lebaran. Jika berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, permintaan elektronik pada kuartal keempat mampu tumbuh 20 persen. ’’Terdorong oleh bonus-bonus akhir tahun maupun gaji ke-13,’’ jelas Poedji.
UFO Electronics sebenarnya menargetkan kenaikan penjualan 15 persen tahun ini. Pihaknya berharap adanya penambahan gerai di Sidoarjo pada akhir Oktober mendatang juga dapat mengatrol penjualan perseroan.
Special Sales Group Asst General Manager Sales & Marketing Division Agus Soewadjie menyebutkan, secara nasional, pasar elektronik pada semester pertama 2017 mengalami penurunan 10 persen. Sebaliknya, Sharp masih mampu mempertahankan kenaikan permintaan mencapai 10 persen.
’’Saat ini ada beberapa kompetitor yang tidak survive. Tinggal siapa makan pasarnya siapa. Sharp masih punya produk untuk segmen menengah bawah dan di kondisi ini menyisir ke segmen tersebut,’’ terang Agus. Sharp menargetkan bisa tumbuh di angka 15 persen sepanjang 2017. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
