
DIRAWAT INTENSIF: Puluhan manuskrip alias naskah kuno milik Agus Sulton selalu rutin dirawat.
Mengulik sebuah peradaban tak hanya ditemui dalam bentuk prasasti. Ada juga cara lainnya, yakni berbentuk manuskrip alias naskah kuno. Misalnya yang dilakukan Agus Sulton hampir satu dekade ini.
ANGGI FRIDIANTO, Jombang
ADA 70 naskah kuno yang dimiliki Agus Sulton, 31, warga asli Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Ya, di lemarinya, berbagai naskah kuno berjajar rapi. Mulai naskah berbahan kertas hingga yang ditulis di atas daun lontar. Umurnya diperkirakan mencapai ratusan tahun.
Naskah kuno miliknya tak hanya menceritakan kehidupan masyarakat pada zaman dahulu. Ada juga beberapa naskah kuno yang bertema laiknya kitab. Sebab, ada petuah tentang larangan dan panutan yang harus dilakukan dalam suatu kehidupan.
’’Kali pertama saya mendapat naskah kuno di daerah Kediri. Nama bukunya Babat Bojonegoro,’’ ujar Agus sembari membersihkan naskahnya.
Agus menambahkan, beberapa naskah kunonya juga menceritakan pengobatan tradisional atau masyarakat Jawa menyebutnya suwuk. Ada juga naskah yang mengemas tentang ilmu keagamaan seperti tauhid, fikih, Alquran, hingga bentuk kidung.
’’Kidung itu semacam nyayian. Atau lebih umum disebut tembang. Di dalamnya ada nyanyian-nyanyian masyarakat pada zaman dahulu,’’ tambahnya.
Hanya, tak semua naskah kuno yang dia koleksi mudah dibaca. Sebagian naskah justru sukar dimengerti. ’’Semakin tua naskahnya, maka semakin sulit untuk mencerna bahasanya,’’ jelas Agus.
Nah, untuk menentukan umur naskah tersebut, Agus melihat dari kolofon atau identitas di buku yang terdapat pada sampul. ’’Beberapa naskah ada yang mencantumkan kolofon. Sebagian juga tidak ada karena sudah hilang,’’ ujarnya.
Dia menyebutkan, beberapa naskahnya diperkirakan mencapai usia lebih dari 200 tahun. Itu dibuktikan dari jenis kertas yang digunakan. Beberapa naskah asal Eropa selalu identik dengan watermark alias cat air. Selain itu, ada naskah yang ditulis dengan kertas daluwang.
’’Kertas daluwang tersebut hasil dari kulit pohon saeh. Untuk membuatnya ada proses tahapan tersendiri, mulai tahap perebusan, pengeringan, hingga pemotongan menjadi ukuran yang lebih kecil,’’ jelas Agus memerinci.
Mendapatkan naskah kuno tersebut tidak semudah laiknya membalikan tangan. Dibutuhkan perjuangan yang berlipat ganda. Mulai mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, hingga materi yang tak sedikit.
’’Satu naskah bisa dari mulut ke mulut, kampung ke kampung. Bahkan, tak sedikit biaya yang harus saya keluarkan untuk mendapatkan naskah-naskah kuno tersebut,’’ paparnya.
Saat ini, lanjut alumnus Universitas Indonesia itu, puluhan naskah kuno miliknya dijadikan bahan studi bagi mahasiswanya. Selain mempelajari budaya peninggalan masa lalu, tujuannya adalah menyelamatkan peninggalan nenek moyang.
’’Kita pelajari bahasanya, kemudian kita tarik relevansinya dengan dunia sekarang. Kita petakan apakah bisa dimanfaatkan untuk zaman ini,’’ ungkap lelaki yang juga menjadi dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang itu. (*/nk/c19/diq)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
