
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto.
JawaPos.com - Ada banyak harapan dari masyarakat Muhammadiyah setelah tuntasnya muktamar Pemuda Muhammadiyah. Di antaranya berhenti menarik-narik organisasi dakwah itu ke ranah politik.
Harapan itu dikemukakan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PP-IMM) Najih Prastiyo. "Sebagai organisasi otonom kami berharap seluruh pihak berhenti menarik-narik Muhammadiyah dalam kepentingan partai politik yang endingnya dukung-mendukung," ujar Najih Prastiyo dalam pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Kamis (29/11).
Dia berharap kepada Sunanto yang kini sebagai nakhoda di Pemuda Muhammadiyah untuk melanjutkan dakwah menggembirakan periode lalu. Lebih dari itu, mengawal proses hukum yang menimpa ketua umum demisioner, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Sebagaimana diketahui, Dahnil Anzar Simanjuntak saat ini terseret kasus khusus hukum di Polda Metro Jaya. Dia diduga terlibat dalam dugaan korupsi kegiatan perkemahaan Kemenpora senilai Rp 5 miliar.
Namun demikian, Kasubdit Tipikor Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendarwan menyebut bahwa Dahnil telah mengembalikan dana Kemenpora itu sebesar Rp 2 miliar.
Kenapa Rp 2 miliar? Bhakti Suhendarwan menyebut, Kemenpora memberikan dana Rp 5 miliar. Dana tersebut diberikan kepada dua organisasi. Yakninya Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.
"Rp 5 miliar, untuk kegiatan itu nilai anggaran Rp 5 miliar. Dibagi jadi 2 proposal. Satu proposal itu ada yang Rp 2 miliar ada yang Rp 3 miliar," katanya.
Namun Dahnil sudah mengembalikan uang Rp 2 miliar terkait kasus dugaan penyelewengan dana atau acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Uang itu dikembalikan ke Kemenpora. Hal ini diakui Dahnil saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut pada Jumat (23/11).
Sementara itu, Najih melanjutkan, pihaknya sangat menyayangkan ada pihak-pihak yang menuduh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melakukan intervensi saat pemilihan ketua umum Pemuda Muhammadiyah.
"Saya gusar, mungkinkah seorang Haedar Nashir bermain politik di tingkat ortom dan ikut campur dinamika suksesi Muktamar kaum muda Muhammadiyah?" ujarnya mempertanyakan salah satu pihak yang menuding Haedar bermain politik.
Najih mengaku telah mengkonfirmasi kepada Haedar terkait tudingan itu. "Pak Haedar hanya memberikan dukungan kepada calon ketika muktamar itu. Beliau mempersilakan pemuda Muhammadiyah untuk berkompetisi secara sehat dan menjaga kebersamaan serta keutuhan organisasi," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
