
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengenang peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (21/7). (Dok. PDIP)
JawaPos.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengenang peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli. Ia menegaskan, peristiwa Kudatuli tidak boleh dipandang hanya bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, peristiwa itu merupakan simbol perjuangan melawan ketidakadilan yang perlu terus dikenang, terutama oleh generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan Megawati saat membuka pameran sejarah dan arsip foto bertajuk Meretas Jalan Demokrasi di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Ia menyebut, inti dari Peristiwa Kudatuli adalah ketidakadilan yang terjadi secara struktural pada masa tersebut. Ia mempertanyakan alasan kantor partai yang sah secara hukum justru menjadi sasaran penyerangan oleh aparat keamanan pada era Orde Baru.
"Kudatuli itu adalah simbol. Simbol dari apa? Ketidakadilan! Lah, tempatnya aja sah. Saya didukung juga sah. Tapi kenapa karena saya yang menang, lalu kok saya dibegitukan? Dan serangnya itu juga bukan dari luar (asing, red), dari aparat kita!" tegas Megawati.
Megawati juga mengenang pengalaman pribadinya ketika menghadapi tekanan hukum setelah peristiwa tersebut. Ia mengaku pernah dipanggil untuk diperiksa oleh Kepolisian sebanyak tiga kali dan Kejaksaan satu kali, dengan pemeriksaan yang berlangsung dari pagi hingga malam.
Berangkat dari pengalaman itu, Megawati mengingatkan aparat Kepolisian dan TNI agar tetap menjunjung tinggi profesionalisme serta menjaga netralitas. Ia berharap, alat negara tidak lagi digunakan untuk kepentingan politik praktis maupun penyalahgunaan kekuasaan.
"Apakah alat negara itu akan dijadikan terus-menerus seperti apa yang saya alami pada waktu itu, pada waktu Kudatuli?" tanya Megawati.
Selain menyinggung peran aparat negara, Megawati turut menyoroti maraknya keberadaan buzzer di media sosial yang banyak melibatkan kalangan anak muda. Ia menyayangkan apabila kemampuan generasi muda dimanfaatkan untuk menyerang atau merusak nama baik orang lain hanya demi kepentingan ekonomi.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
