
Ketum Partai Demokrat AHY saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta pada Rabu (4/3). (Sahrul Yuniza/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan arahan dalam acara buka bersama di Jakarta pada Rabu (4/3). Dalam arahan tersebut, dia turut menyinggung soal kondisi geopolitik global pasca pecahnya perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
Akibat perang tersebut, masyarakat dunia menyaksikan kengerian. Korban berjatuhan, penderitaan, dan kehancuran. Padahal saat ini seluruh umat Muslim dunia tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Bulan suci yang mestinya membawa ketenangan batin, kini dibayangi rasa cemas, dan juga duka mendalam. Bagi Partai Demokrat, kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
”Tentu kita semua tidak ingin Timur Tengah kemudian menjadi flashpoint yang bisa mengarah ke perang yang lebih dahsyat, apalagi menuju Perang Dunia Ketiga. Kita harus sekuat tenaga mencegah terjadinya itu,” kata dia.
AHY yang juga bertugas sebagai salah satu menteri koordinator (menko) di Kabinet Merah Putih menyampaikan, salah satu ikhtiar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah mengumpulkan presiden, wakil presiden (wapres), dan menteri luar negeri (menlu) dari masa ke masa untuk duduk bersama. Turut hadir pula para ketum partai politik (parpol).
”Untuk secara serius membahas berbagai kemungkinan skenario terburuk, worst case scenario, dan tentu berbagai dampak strategis, baik langsung maupun tidak langsung terhadap Indonesia, terhadap kawasan kita,” ujarnya.
Dengan tegas, AHY menyatakan bahwa dengan kondisi geopolitik global saat ini, Indonesia harus mempersiapkan diri untuk mengantisipasi dan memitigasi segala risiko yang mungkin terjadi. Utamanya dampak yang sangat mungkin terasa di bidang ekonomi, ketahanan energi, dan ketahanan pangan. Tujuannya tidak lain demi kebaikan seluruh rakyat Indonesia.
”Kami sungguh mengapresiasi segala niat baik dan ikhtiar bapak presiden yang tentu dibantu oleh bapak menlu dan tim, untuk terus mencari solusi yang terbaik bagi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” ungkap dia.
Apresiasi yang sama disampaikan oleh AHY karena dia melihat langsung Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono terus mendorong dialog demi berhentinya eskalasi konflik di Timur Tengah. Tentu saja itu bukan perkara mudah. Namun demikian, langkah tersebut tetap harus dilakukan agar konflik tidak semakin panas dan meluas.
”Saya rasa juga bukan sesuatu yang tidak mungkin. Tuhan selalu menyiapkan jalan bagi siapa pun yang berikhtiar secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, kami percaya bahwa tidak ada konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan komunikasi dan tentunya dengan itikad yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, AHY menyampaikan bahwa Partai Demokrat sangat percaya, Indonesia harus terus-menerus menjadi jembatan di tengah dunia yang saat ini dinilai terasa semakin terpolarisasi. Untuk itu, Partai Demokrat konsisten mendorong multilateralisme yang sering dikatakan sudah mati suri. Kemudian mendorong penguatan kerja sama regional dan kerja sama di tingkat global.
”Serta memastikan bahwa kepentingan nasional kita tetap terlindungi tanpa mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan secara universal,” tegas AHY.
