
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya tak memiliki ambisi untuk menjadi Gubernur Jakarta. Dia menegaskan pada saat ini dirinya hanya berfokus untuk mengatasi masalah yang ada di Jawa Barat.
Hal ini disampaikannya langsung pada Podcast Deddy Corbuzier yang diunggah di YouTube seperti dilihat pada Selasa (5/8).
“Konten itu jangan kan jadi kendaraan politik, kendaraan bisnis aja bisa. Ya saya pokoknya hari ini saya berfokus pada menyelesaikan seluruh problematika Jabar,” kata Dedi Mulyadi.
“Bahkan saya nggak punya cita-cita jadi gubernur Jakarta. Nggak punya. Gubernur Jawa Barat aja,” imbuhnya.
Meski begitu, dia tak menutup kemungkinan apa yang terjadi ke depannya. Pasalnya, dia berujar setiap perjalanan hidup pasti ada kemungkinannya, termasuk menjadi Gubernur Jakarta.
“Ya nanti gimana nanti aja. Setiap hidup kan ada kemungkinan,” jelas dia.
Di sisi lain, dia mengaku bingung lantaran dirinya yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dan berbahasa Sunda ketika mengunjungi kampung-kampung. Namun, yang seringkali menyerangnya malah masyarakat yang berdomisili di Jakarta.
“Tapi yang nyerangnya dong misalnya Jakarta semua. Kayaknya saya ini menarik,” ungkap eks Bupati Purwakarta ini.
Jauh dari itu, dia bercerita bahwa seringkali konten yang dia unggah ditonton hingga disukai masyarakat.
Hal berbeda dengan politikus yang seringkali menggunakan Dinas Informasi dan Komunikasi untuk mengunggah konten. Namun hal itu tak menjadi jaminan konten mereka akan seperti dirinya yang banyak ditonton.
“Tinggal persoalannya ada yang nonton dan ada yang nggak nonton. Kalau nggak ada yang nonton jangan marah ke saya dong. Marahin tuh Dinas Informasi Komunikasinya Kenapa kontennya tidak ada yang nonton?,” jelasnya.
Dia pun mengungkapkan bahwa setiap harinya dirinya tak pernah melibatkan Dinas Informasi dan Komunikasi. Berdasarkan aspek kepentingan seluruh gagasan yang disampaikan kepada masyarakat, media konten yang diproduksinya, menurutnya sudah cukup.
Ditambah, seringkali media mainstream mengambil kontennya untuk dijadikan bahan berita. Dia menganggap tindakan ini malah sangat amat membantunya.
“Ya Alhamdulillah kita dibantu. Ada yang bantu, ada yang menjerumuskan. Tapi yang menjerumuskan juga kan yang nontonnya tetap banyak, yang komennya banyak positifnya,” tutupnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
