Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 00.36 WIB

SBY Sebut Negara Kuat Bisa Runtuh Meski Pemimpin Tempatkan Diri di Atas Hukum dan Rakyat

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri Kongres Partai Demokrat ke-VI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (24/2). (Dery Ridwansyah/JawaPos.com ). - Image

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menghadiri Kongres Partai Demokrat ke-VI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (24/2). (Dery Ridwansyah/JawaPos.com ).

JawaPos.com – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kemegahan fisik atau keunggulan militernya, tetapi lebih pada fondasi nilai, keadilan, dan moralitas yang menopangnya. Hal itu disampaikan SBY dalam Pidato Peradaban di Jakarta, Rabu (30/7).

“Satu abad terakhir, kita kerap menyaksikan negara kuat jatuh, saya ulangi, negara kuat jatuh lantaran pemimpinnya meletakkan dirinya di atas pranata hukum, di atas sistem yang adil, dan di atas kesetiaan sejati terhadap negara dan rakyatnya,” kata SBY saat menyampaikan pidato peradaban.

Ia menyampaikan, pelajaran sejarah menunjukkan daya tahan peradaban lebih ditentukan oleh kematangan nilai, ketangguhan sosial, dan kapasitas beradaptasi, bukan sekadar kejayaan militer atau kekayaan material. 

Menurutnya, peradaban yang mampu bertahan adalah yang responsif terhadap perubahan, namun tetap berpijak pada moral dan keadilan.

SBY mengingatkan keruntuhan sebuah bangsa seringkali berawal dari diabaikannya keadilan dan digunakannya hukum sebagai alat kekuasaan. 

Karena itu, ia menyerukan pentingnya kesetiaan kepada sistem yang adil, serta kepemimpinan yang tidak memosisikan diri di atas rakyat dan konstitusi.

"Jadi saudara-saudara, sejarah dan pemikiran para tokoh peradaban tadi memberi kita pelajaran penting. Bahwa daya tahan peradaban bukan ditentukan oleh kejayaan atau senjata. Tetapi oleh kematangan nilai, ketangguhan sosial, dan kapasitas untuk beradaptasi secara cerdas dan bermoral,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, SBY juga turut menampilkan dua lukisan karya pribadinya yang menggambarkan semangat perdamaian dan keharmonisan dengan alam Stop War, United For Peace dan Peace With Nature.

Sementara, Pembina Yayasan Institut Peradaban Jimly Asshiddiqie, menyebut SBY sebagai sosok yang berhasil mengantarkan Indonesia melalui transisi demokrasi yang mulus pasca reformasi.

”SBY berhasil mengakhiri tugas pengabdiannya dengan husnul khatimah dan terus berkarya melalui kesenian, warisan-warisan kebudayaan, dan pemikiran-pemikiran kebangsaan, serta peran aktif dalam mempromosikan kebijakan perubahan iklim dan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat, serta kampanye kemanusiaan untuk perdamaian dunia yang berkeadilan,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore