Pasukan Israel mengarahkan senjata mereka saat mereka bentrok dengan warga Palestina dalam serangan di Jericho di Tepi Barat yang diduduki Israel (Reuters/Ammar Awad).
JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, mengecam keras tindakan pasukan Israel yang menembaki rombongan diplomat dari berbagai negara di Kota Jenin, Tepi Barat, Palestina. Ia menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan wujud nyata dari arogansi serta kebrutalan rezim Zionis.
“Israel semakin menunjukkan karakter dan sifat aslinya, membabi buta dan tidak mempedulikan manusia dan bangsa lain. Bahkan rombongan diplomat dari Eropa yang berjumlah sekitar 30 orang ditembaki oleh tentara Israel," kata Sukamta kepada wartawan, Senin (26/5).
Insiden penembakan itu terjadi saat delegasi internasional yang terdiri dari lebih 20 negara, termasuk Uni Eropa, Inggris, Prancis, Kanada, dan China, melakukan kunjungan resmi ke kamp pengungsi di Jenin, pada Rabu (21/5).
Dalam kunjungan tersebut, para diplomat bertujuan untuk melihat langsung kondisi kemanusiaan di lapangan. Namun, bukannya mendapat pengawalan sebagaimana mestinya, mereka justru menjadi sasaran tembakan dari pasukan Israel.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, terdengar sedikitnya tujuh kali tembakan dilepaskan oleh pasukan Israel ke arah rombongan diplomat saat mereka menjauh dari sebuah gerbang yang menghalangi jalan. Salah satu anggota delegasi terdengar memperingatkan rekan-rekannya, dengan berteriak 'dekati tembok, dekati tembok,' sebagai upaya menyelamatkan diri dari rentetan tembakan.
Sukamta menilai aksi brutal tersebut sebagai sinyal bahaya yang seharusnya menyadarkan dunia internasional, termasuk negara-negara Barat, akan kekejaman rezim Israel. Ia mendesak dunia agar tidak hanya diam menyaksikan kekejian yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina, namun juga terhadap komunitas internasional.
"Dunia harus terus memberi tekanan kepada Israel dengan berbagai cara agar menghentikan aksi-aksi tak berperadaban dan tak berperikemanusiaannya," ujar legislator PKS itu.
Ia juga menekankan bahwa para diplomat dilindungi oleh hukum internasional, khususnya Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Dalam pandangannya, penembakan terhadap rombongan diplomat jelas melanggar konvensi tersebut.
“Bahwa intinya diplomat harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan dan harus diperlakukan dengan hormat,” tutur Sukamta.
Menanggapi alasan pihak militer Israel yang menyebut konvoi diplomat menyimpang dari rute yang disepakati dan masuk ke zona terlarang, Sukamta dengan tegas membantah validitas dalih tersebut. Menurutnya, Pasal 26 Konvensi Wina dengan jelas menyebutkan bahwa negara penerima wajib menjamin kebebasan bergerak bagi seluruh anggota misi diplomatik.
“Intinya diplomat dijamin pelindungannya untuk bergerak ke lokasi-lokasi yang diperlukan. Bahkan negara penerima harus menjamin kebebasan bergerak dan bepergian di wilayahnya kepada semua anggota misi diplomatik,” jelasnya.
Sukamta juga mengungkapkan bahwa Israel adalah pihak yang turut menandatangani Konvensi Wina tahun 1961, tepatnya pada 18 April 1961. Namun, realitanya, Israel kerap kali melanggar hukum internasional yang seharusnya mereka junjung.
Menurut Sukamta, pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan Israel menunjukkan bahwa mereka seolah kebal hukum. Ia menilai lembaga internasional seperti PBB dan komunitas global sejauh ini belum memiliki daya paksa yang cukup untuk menekan Israel menghentikan kejahatannya.
“Saat ini lembaga dan masyarakat internasional seolah tidak bertaji di hadapan Israel untuk menghentikan segala tindakannya,” kritiknya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
