
Rusdi Kirana. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) menguliti harta kekayaan para anggota DPR. Mereka mengacu pada laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilansir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berdasar data tersebut, ada dua anggota DPR yang memiliki kekayaan di atas satu triliun rupiah. Yakni, Rusdi Kirana (PKB) dengan kekayaan lebih dari Rp 2,6 triliun. Rusdi memiliki aset berupa tanah dan bangunan di sepuluh tempat senilai Rp 289 miliar. Tiga aset di antaranya berada di Malaysia dan Singapura.
Pria yang baru dilantik menjadi wakil ketua MPR itu juga memiliki surat berharga senilai Rp 2,1 triliun dan kas atau setara kas senilai Rp 137 miliar. Urutan kedua adalah H Fathi dari Partai Demokrat. Politikus asal Purwakarta itu punya harta kekayaan total Rp 1,7 triliun. Dari daftar LHKPN juga terungkap anggota DPR yang kekayaannya paling sedikit. Posisi pertama ’’termiskin’’ adalah Trinovi Khairani (Golkar). Kekayannya Rp 358.150.000. (selengkapnya lihat grafis).
ICW juga mengungkap data bahwa 354 dari 580 anggota DPR saat ini adalah politisi pebisnis. Baik yang terlibat langsung sebagai pemilik perusahaan maupun yang tidak tercatat sebagai owner. ’’Artinya, sebanyak 60 persen legislator merupakan politisi pebisnis,’’ ucap peneliti ICW Yassar Aulia dalam diskusi Bayang-Bayang Politisi-Pebisnis dalam Komposisi DPR 2024–2029.
Ketua MPR RI Sementara Guntur Sasono menyerahkan palu sidang kepada Ketua MPR RI terpilih Ahmad Muzani pada rapat paripurna di Kompleks Parlemen di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada Kamis (3/10/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Dominasi pengusaha masuk Senayan ini terjadi karena beberapa hal. ICW mencatat ada tiga yang mendasarinya. Salah satunya adalah biaya politik yang sangat mahal. Terutama selama kampanye dan proses-proses politik lain. Apalagi, demokrasi Indonesia dalam proses pemilihan juga masih sangat transaksional.
Menurut dia, kondisi itu pada akhirnya berdampak setelah mereka berkuasa. Para politisi pebisnis itu bisa jadi ingin mengembalikan modal yang mereka keluarkan saat masa kampanye. Jika hal itu terjadi, kepentingan publik dan peran pengawasan sebagai legislator rawan dikesampingkan.
ICW menduga, banyaknya pengusaha masuk ke DPR ini juga tak terlepas dari pilihan partai politik. Para petinggi parpol secara sadar memang menyukai caleg dari kalangan pebisnis. (elo/far/c17/oni)
TERKAYA DAN TERMISKIN VERSI SENAYAN
Mereka yang Paling Tajir
Mereka yang Paling "Miskin"
Baca Juga: Klaim Telah Pensiun dari Lion Grup, Rusdi Kirana: Saya Fokus di Parlemen
Sumber: LHKPN KPK
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
