Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 September 2024 | 15.28 WIB

Halo Pendukung Anies! Gerakan Coblos 3 Paslon di Pilkada Jakarta Dinilai Bahaya, Gubernur Terpilih Bisa Minim Legitimasi

ILUSTRASI. Pemilih tunanetra dibantu pendamping memasukan surat suara pada pelaksanaan pemilu 2024 di TPS 014 Panti Sosial Netra dan Tuna Rungu Cahaya Batin, Jakarta, Rabu (14/2/2024). - Image

ILUSTRASI. Pemilih tunanetra dibantu pendamping memasukan surat suara pada pelaksanaan pemilu 2024 di TPS 014 Panti Sosial Netra dan Tuna Rungu Cahaya Batin, Jakarta, Rabu (14/2/2024).

 
JawaPos.com - Warga Jakarta diramaikan dengan gerakan coblos tiga pasangan calon (paslon) pada kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, gerakan cobos tiga paslon merupakan bentuk kekecewaan pendukung Anies Baswedan, lantaran Anies tidak bisa maju dalam pesta demokrasi di Jakarta.
 
"Sebagai sebuah gerakan politik, sebagai bentuk kemarahan, nggak ada persoalan. Cuma ini kemarahan yang tidak beralasan, kekecewaan yang tidak beralasan,” kata Adi kepada wartawan, Jumat (13/9).
 
Akademisi Universitas Islan Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengharapkan, gerakan itu tidak berlanjut pada hari pemilihan yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Sebab, gerakan itu berbahaya bisa menurunkan kualitas demokrasi.
 
Dia mencontohkan, jika partisipasi pemilu di Jakarta berada pada angka 75 persen dan jumlah total pendukung Anies sebanyak 30 persen, maka legitimasi bagi pemenang pemilu maksimal hanya 45 persen. 
 
"Itu berbahaya bagi demokrasi," ucap Adi. 
 
Adi berharap ekspresi itu tidak terus berlanjut. Ia menekankan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan peserta pemilu di Jakarta bertanggung jawab untuk meyakinkan para pemilih bahwa mereka layak untuk dipilih dan mendapat suara sah. 
 
"Semoga saja gerakan coblos tiga paslon itu hanya sebatas emosi sesaat dan tidak banyak yang melakukan," ujar Adi.
 
Adi meyakini, tiga bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta saat ini merupakan figur yang baik dan memiliki komitmen kuat untuk membawa Jakarta menjadi lebih baik. "Sebaiknya, sekali pun pemilih Anies ini kecewa, pilihlah di antara tiga paslon itu yang kira-kira dinilai kinerjanya masih bisa diharapkan untuk memperbaiki Jakarta," tegasnya.
 
Sebagaimana diketahui, terdapat tiga bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Jakarta 2024. Ketiga pasang calon itu terdiri dari
Ridwan Kamil-Suswono yang diusung KIM Plus, Pramono Anung-Rano Karno diusung PDI Perjuangan, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana calon independen. KPUD Jakarta berencana menetapkan mereka sebagai peserta pemilu pada 22 September 2024 mendatang.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore