Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjadi pembicara saat mengisi Seminar Nasional dan Temu Tokoh Wanita Pemersatu Bangsa di Gedung DPP PPP, Jakarta, Senin (31/10/2022). Seminar Nasional itu bertajuk
JawaPos.com - Pengamat politik muda Arifki Chaniago mengatakan, menguatnya kedekatan Sandiaga Uno dengan salah satu elemen Koalisi Perubahan berpotensi mengganggu arah jalannya koalisi yang diisi oleh NasDem, PKS, dan Demokrat ini.
Namun, calon Koalisi Besar juga harus hati-hati dengan manuver Sandiaga Uno. Karena bukan tidak mungkin ini manuver untuk memunculkan pasangan calon Prabowo-Sandi.
"Bukan tidak mungkin manuver Sandi menyebabkan bubarnya Koalisi Perubahan yang terlihat sudah solid," ujar Arifki, Selasa (11/4).
Apalagi muncul pernyataan dari pimpinan PKS bahwa Sandi masih masuk dalam pertimbangan sebagai salah satu kandidat bakal calon wapres bagi Anies Baswedan, bisa dibaca sebagai sinyal yang bisa merusak soliditas koalisi perubahan.
"PKS sepertinya masih mencari-cari komitmen lain dengan figur di luar KPP. Padahal ada kesepakatan di koalisi yang seharusnya dijalankan. Apalagi sudah ada penandatanganan Piagam Koalisi" ujar Arifki.
"Selain itu, meski dalam politik semuanya mungkin, sulit membayangkan Anies masih bisa memiliki chemistry dengan Sandi, setelah Sandi mengungkit-ungkit soal utang yang ternyata sudah selesai," kata Arifki lagi.
Arifki juga mengatakan, dari lima kriteria Cawapres yang ditetapkan Anies, hampir semuanya tidak dimiliki Sandi. Termasuk soal kriteria bisa menjaga soliditas koalisi, serta membantu efektivitas pemerintahan kelak.
"Itu tentu sulit dijalankan Sandi karena dia bukan pengambil keputusan dalam partai. Apalagi Sandi kabarnya sudah pamit dari Gerindra," imbuh Arifki.
"Selain itu, kriteria memiliki chemistry serta sama-sama memiliki visi perubahan, juga tidak dimiliki Sandi, mengingat dia selama ini bagian dari status quo," tambah Arifki.
Arifki juga bertanya-tanya, soal pengalaman kehilangan kursi cawagub DKI Jakarta dan ditinggalkan oleh Sandi dengan masuk ke kabinet Jokowi harusnya bisa menjadi pertimbangan politik PKS.
"Jika ditarik bergabung, Sandi dan kekuatan logistiknya bisa mengancam soliditas Koalisi Perubahan, apalagi jika ada anggota koalisi yang tergoda. Kalau itu terjadi Koalisi Perubahan bakal sulit memainkan narasi oposisi, yang selama ini menjadi kekuatannya", kata Arifki.
"Tapi di sisi lain, (calon) Koalisi Besar juga harus juga hati-hati. Bisa jadi kabar Sandi pamitan dari Gerindra dan Prabowo justru untuk mengecoh parpol-parpol yang ada di Koalisi Besar," ujarnya.
"Bisa jadi ia akan gerilya via PPP yang ujungnya mengupayakan munculnya pasangan calon Prabowo-Sandi. Ujungnya semua kader Gerindra," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
