Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Januari 2021 | 19.06 WIB

PKB: Abu Janda Sikapnya Tidak Mencerminkan NU

Permadi Arya atau Abu Janda saat berada di Kota Medan, Sabtu (16/3). - Image

Permadi Arya atau Abu Janda saat berada di Kota Medan, Sabtu (16/3).

JawaPos.com - Setelah dilaporkan ke polisi karena diduga bertindak rasis. Kini Permadi Arya atau Abu Janda kembali membuat heboh masyarakat. Karena dia menyebut Islam sebagai agama yang arogan.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, dengan menyudutkan Islam ini Abu Janda sangat tidak patut dicontoh dan sikapnya tidak bisa disebut bagian dari Nahlatul Ulama (NU).

"Apa yang diucapkan Abu Janda sangat tidak NU sekali ini. Cuma kalau dia mengatasnamakan NU melakukan ujaran yang tidak selaras dengan NU dan NU paling bilang itu bukan dari NU," ujar Jazilul dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (30/1).

Adapun Abu Janda kerap mengaku sebagai warga NU. Bahkan dia menyebut merupakan bagian dari Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Ansor).

Menurut Jazilul, dengan mengatakan Islam adalah agama yang arogan maka. Itu sangat menciderai NU. Karena NU selalu menjunjung tinggi agama Islam.

"Katakan Islam arogan itu menciderai NU," katanya.

Wakil Ketua MPR ini meyakini Abu Janda tidak pernah ikut pengkaderan NU. Dia merupakan anggota biasa. Karena jika ikut pengkaderan NU, maka tingkah lakunya menceriminkan NU. Bukan malah menghina Islam sebagai agama yang arogan.

"Dia anggota biasa, visinya dia tidak mengerti NU. Kalau dia NU tunjukan ke NU-annya kalau dia bersalah, maka NU tidak akan melindungi," pungkasnya.

Baca juga: Abu Janda Dilaporkan, MUI Sebut jadi Pembuktian Kapolri Baru

Diketahui, Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial Twitter miliknya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia.

Abu Janda mengatakan Islam sebagai agama pendatang dari Arab. Berikut cuitan Abu Janda dalam akun @permadiaktivis1.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat," isi cuitan Abu Janda.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FnE1zGkPnYA

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore