
Photo
JawaPos.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto turut berbelasungkawa atas meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sudah lebih mencapai 456 orang. Mantan Danjen Kopassus itu berharap pihak kepolisian juga ikut turun tangan.
"Koalisi Indonesia Adil Makmur kami ucapkan bela sungkawa sebesar-besarnya atas meninggalnya ratusan petugas pemilu dari berbagai tingkatan," ujar Prabowo di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/5).
Prabowo berharap pihak kepolisian juga ikut turun tangan. Hal ini untuk mengungkap penyebab meninggalnya petugas KPPS. Misalnya, dengan membantu melakukan visum terhadap para korban yang meninggal dunia.
"Kami prihatin bela sungkawa kami mohon pihak berwajib menyelesaikan dan mengusut sehingga jelas bagi semuanya apa yang terhadi sebenanrnya. Perlu ada kami rasa satu visum dan pemeriksaan medis," katanya.
Terpisah, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya telah menugaskan dinas kesehatan di masing-masing provinsi untuk mencari tahu penyebab petugas KPPS yang meninggal dunia.
Berdasarkan data yang diterimanya dari dinas kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 2641 orang anggota KPPS yang sakit dan 18 yang meninggal dunia di Ibu Kota. Penyebab mereka meninggal beragam, mulai dari sakit jantung, stroke, liver, dan infeksi otak.
"Dari 18 orang ini diketahui mereka penyebab kematiannya pertama delapan orang sakit jantung yang mendadak, kemudian gagal jantung, liver, stroke, gagal pernafasan dan infeksi otak," kata Nila di kantor KPU.
Diketahuinya penyebab kematian, lantaran dinas kesehatan DKI Jakarta telah melakukan otopsi. Kemudian juga pengecekan riwayat kesehatan dari para petugas KPPS yang meninggal dunia.
Selain itu, Nila mengatakan, banyak yang meninggal karena usia yang sudah tidak muda lagi. Misalnya usia mulai dari 50-70. Sehingga mereka akhirnya mengalami kelelahan dan mengakibatkan penyakitnya kambuh.
"Ini kan petugas ini relawan mereka mau menjadi petugas, tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Setelah ditanyakan (ke Keluarga) mereka punya riwayat penyakit sebelumnya," ungkapnya.
Sekadar informasi sampai dengan Selasa (7/5), petugas KPPS yang meninggal dunia menvapai 456. Sementara 3.658 dilaporkan sakit. Sementara dari Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang meninggal dunia ada 92 orang.
Untuk petugas kepolisian yang meninggal dunia sebanyak 22 orang. Sehingga total ada 570 orang yang meninggal dunia di hajatan serentak ini.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
