
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak lama setelah keluar dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
JawaPos.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai bergabungnya Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menjadi kader PDI Perjuangan akan menjadi bom waktu yang merusak koalisi dari kubu petahana. Pasalnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memiliki ambisi besar pascakeluar dari penjara.
"Ahok bisa menghacurkan soliditas di sana. Semua tahu Ahok ini punya ambisi besar," kata Juru Bicara Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean, Minggu (10/2).
Tak heran, kata Ferdinand, Ahok kemudian memilih PDIP. Sebab mantan Bupati Belitung Timur itu harus memiliki kendaraan politik yang juga besar untuk mewujudkan ambisinya.
"Makanya dia pilih PDIP partai besar yang dinilai mampu jadi kendaraannya di jagat politik untuk mengusung ambisinya. Padahal semua juga tau PSI lah partainya para Ahoker," tuturnya.
Di sisi lain, Ferdinand yakin hadirnya Ahok dalam kubu Jokowi-Ma'ruf tidak akan menambah kekuatan elektoral pasangan calon petahana. Dia lebih yakin kalau eks Bupati Belitung Timur itu bakal menggerus elektoral dari segmen pemilih muslim.
"Kehadiran Ahok tidak akan berguna bagi Jokowi-Ma'ruf dan hanya akan jadi beban. Bisa saja kaum muslim akan berpaling dan meninggalkan Jokowi dengan hadirnya Ahok. Betul minoritas bisa makin berkumpul di PDIP dan Jokowi, tapi umat muslim mungkin akan pergi. Jadi Jokowi akan dirugikan," pungkasnya.
Diketahui, PDIP adalah kendaraan politik keempat bagi mantan Bupati Belitung Timur, Ahok atau yang kini lebih familiar disapa BTP. Pertama pada tahun 2004-2008 Ahok bergabung ke Partai Keadulatan Bangsa Indonesia Baru (PBIB).
Setelah itu pada 2008-2012 mantan Bupati Belitung Timur ini bergabung ke Partai Golongan Karya (Golkar). Kala itu dia terpilih menjadi anggota Komisi II DPR.
Ingin meraih jenjang yang lebih tinggi menjadi kepala daerah di DKI Jakarta, Ahok pun memutuskan pindah dari Partai Golkar ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2012-2014.
Namun di 2014 dia memutuskan keluar dari Partai Gerindra. Alasannya karena dia ingin fokus menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya di 2014 silam Ahok enggan menjadi juru kampanye di Pilpres pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
