
Presiden Jokowi dalam sebuah acara penyerahan sertifikat tanah kepada warga beberapa waktu lalu. AMAN menilai program tersebut tak sesuai dengan aspirasi sejumlah masyarakat adat.
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun terakhir. Khususnya terkait pembagian sertifikat tanah secara gratis.
Dia menilai perlakuan Jokowi tersebut terkesan neoliberalisme alias berpihak pada pemodal.
"Sosok presiden saat ini (Joko Widodo) terkesan neolibralisme. Seperti pembagian sertifikat tanah contohnya," kata Rukka di D'Hotel, Setia Budi, Jakarta Selatan, Minggu (20/1).
Pegiat masyarakat adat itu menjelaskan, kebijakan bagi-bagi sertifikat tanah terhadap warga, membuktikan bahwa sejengkal tanah mempunyai nilai materi.
"Ini yang tidak dinginkan oleh masyarakat adat," kata dia.
Rukka menganggap perilaku Jokowi menghantarkan masyarakat untuk menggadaikan tanahnya kepada pemodal. Dengan kata lain, sikap Jokowi pro terhadap elite.
"Sertifikat tanah ini supaya bisa diagunkan ke bank, supaya bisa digadai rentenir. Ini yang masyarakat adat atau kami tidak mau sertifikat. Tapi belum diindahkan oleh pemerintah," ucapnya.
Oleh karenanya, terkait program agraria yang masif dijalankan oleh Jokowi, kata Rukka, sejatinya hanya menguntungkan pihak elit. Sebab Jokowi terkesan mengesampingkan keinginan masyarakat adat.
"Ketiak bicara agraria dan lingkungan, masyarakat adat ini yang akan menjadi pembungkus, tapi nanti dia tidak bicara secara khusus," pungkasnya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
