
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan ada yang berbeda dari sistem pengajaran di Indonesia dengan di luar negeri. Perbedaannya ada di hal-hal mendasar.
JawaPos.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan ada yang berbeda dari sistem pengajaran di Indonesia dengan di luar negeri. Perbedaannya ada pada hal-hal mendasar.
Mantan Danjen Kopassus itu bilang, sistem pengajaran di sekolah maupun universitas masih terpaku pada benar atau salah. Padahal, di luar negeri justru diajarkan mengenai menang atau kalah.
"Di pesantren, di sekolah, di universitas, di fakultas diajarkan benar dan salah atau right or wrong. Namun, ada sebagian bangsa tertentu tidak mengajarkan right or wrong, tapi mengajarkan win or lose. Yang penting kau menang bagaimana caranya. Ini realita," kata Prabowo dalam pidato sambutannya di dalam acara Rakernas LDII, Jakarta, Kamis (11/10).
Dia pun mencontohkan Fakultas Ilmu Politik yang kerap menggunakan dasar benar atau salah sebagai dasar pengajaran. Padahal jenderal yang dikenal dengan sebutan 08 itu menyebut, cara itu dinilainya salah.
"Kalau mau belajar politik kamu masuk ke Fakultas Politik mungkin enggak menang-menang jadi anggota legislatif. Ilmu menang di legislatif itu bukan ilmu salah dan benar, tapi ilmunya menang atau kalah," ucapnya.
Lebih jauh lagi, Prabowo mengakui bahwa pengajaran benar atau salah tak menjadi faktor tunggal dari lembaga pendidikan saja. Tapi ajaran itu telah menjadi budaya bangsa Indonesia.
"Itu terlihat dari perintah para orang tua kepada anaknya untuk selalu berperilaku benar di masyarakat," paparnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
