
Sekjen partai politik pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melakukan pertemuan tertutup di hotel The Capitol SCBD, Jakarta, Senin (3/9) malam.
JawaPos.com - Seluruh sekjen partai politik pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno melakukan pertemuan tertutup di hotel The Capitol SCBD, Jakarta, Senin (3/9) malam. Pertemuan ini pun membahas sejumlah isu strategis dalam menghadapi pilpres 2019 mendatang.
Ditemui awak media usai pertemuan, Sekjen PKS Mustafa Kamal mengaku dalam pertemuan tersebut persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih menjadi perhatian serius. Menurutnya, saat ini terdapat perbedaan data pemilih yang dimiliki partai dengan KPU.
"Dari hasil pertemuan ini kita mendapatkan pemaparan hasil data sementara DPS masing-masing partai. Lalu kami konfirmasi lagi ke KPU dari data itu, dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda," kata Mustafa saat melakukan konpers bersama para sekjen parpol koalisi lainnya di Resto Batik Kuring, Jakarta, Senin (3/9).
Tak hanya itu, Mustafa menyebut di beberapa dapil pun ditemukan beberapa pemilih ganda sampai 11 kali dalam satu TPS. Atas dasar itu dirinya meminta KPU untuk memperbaiki terlebih dahulu DPT yang terindikasi memiliki pemilih ganda.
"Kita minta diutuhkan dulu untuk kita olah lagi datanya apakah masih ada penggandaan. Bisa dibayangkan dari 137 juta itu ada yang tergandakan 25 juta. Nah itu kita akan cermati bersama-sama," ungkapnya.
Karena itu, Mustafa menolak jika nantinya KPU akan langsung menetapkan DPT pileg dan pilpres yang direncanakan pada Rabu (5/9) mendatang. Ia menyebutkan harus ada beberapa hal yang harus diklarifikasi oleh KPU.
"Memang ada hal-hal yang memerlukan klarifikasi lebih dalam dari KPU sebelum ada penetapan. Parpol koalisi Prabowo-Sandi menolak rencana KPU yang akan menetapkan DPT pileg dan pilpres," pungkasnya.
Senada dengan Mustafa, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku persoalan ini harus ditanggapi serius oleh KPU. Ia pun berharap pelaksanaan pemilu dapat berlangsung jujur dan adil.
"Kami minta KPU agar ingin agenda Rabu KPU benar-benar menyelesaikan tugasnya dengan baik. Maka kami minta KPU menyerahkan data 185 juta pemilih itu terlebih dahulu. Kami ingin pilpres dan pileg berlangsung jujur dan adil," pungkasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
