
Kinerja kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam menjaga stabilitas kurs rupiah pun kembali disorot kalangan Anggota Komisi XI DPR.
JawaPos.com - Kurs dolar Amerika Serikat (USD) sudah menembus batas psikologis Rp 14.000. Kondisi ini banyak dinilai kalangan sebagai hal yang berpotensi buruk bagi perekonominan nasional. Kinerja kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam menjaga stabilitas kurs rupiah pun kembali disorot.
Salah satunya Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Ia berharap agar Gubernur BI bisa segera kembali ke Indonesia untuk mengurus persoalan ini.
“Yang membikin saya kaget di saat USD pada angka Rp 14.000, ternyata posisi Gubernur Bank Indonesia sedang tidak di Indonesia dan sedang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu yang lama dan berurutan pada sisa masa jabatannya yang tinggal beberapa lagi,” ujar Misbakhun di Jakarta, Rabu (8/5).
Legislator Golkar di Komisi Keuangan dan Anggaran DPR itu menambahkan, volatilitas nilai tukar rupiah saat ini sangat mengganggu stabilitas perekonomian nasional. Karena itu, lanjutnya, BI harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menguatkan nilai tukar rupiah yang mencerminkan kekuatan ekonomi nasional.
Namun, Misbakhun melihat Agus sebagai orang nomor satu di bank sentral dan paling bertanggung jawab atas stabilitas kurs rupiah justru tak kunjung bertindak.
“Sepertinya Pak Agus Martowardoyo tidak ingin mewariskan nilai tukar rupiah yang kuat sebagai legacy jabatannya di BI,” ujar politikus yang dikenal getol membela kebijakan Presiden Joko Widodo itu.
Karena itu legislator Golkar itu meminta Agus yang tinggal beberapa hari lagi duduk sebagai Gubernur BI agar segera pulang ke Indonesia dan membereskan gejolak rupiah.
“Saya meminta Gunernur Bank Indonesia segera pulang dan memperpendek perjalanan dinas segera pulang untuk mengurus nilai kurs rupiah yang jeblok ini,” tegasnya.
Selain itu, Misbakhun juga mempersoalkan langkah Agus Marto melakukan mutasi jabatan meski jabatan terhadap para pejabat BI. Padahal, kata mantan PNS Kementerian Keuangan itu , masa jabatan Agus Marto di BI akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan.
“Saya mendengar Gubernur Bank Indonesia di sisa jabatan yang sudah mau habis masih melakukan mutasi jabatan dengan menempatkan orang-orang yang selama dianggap dekatnya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis yang ada. Ini jelas akan menyulitkan BI terutama dalam urusan kinerja,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
