
Agung Laksono
JawaPos.com - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengakui tidak setuju jika ada kader partai berlogo pohon beringin ingin menyelenggarakan munaslub, untuk menggulingkan Setya Novanto dari jabatan ketua umum.
Hal ini dia katakan terkait beredarnya informasi beberapa kader ingin adanya munaslub, setelah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diduga terlibat dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.
"Tidak ada dasar untuk diadakan Munaslub, keliru kalau ada yang meminta seperti itu," ujar Agung di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (14/3).
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) ini juga meminta kepada semua kader, harus menjunjung tinggi azaz praduga tidak bersalah terkait e-KTP ini. Sehingga tidak serta merta ingin mewacanakan adanya munaslub.
"Kita jangan terus bereaksi secara membabi buta, tidak ada secara kategoris masuk dalam dasar-dasar penyelenggaraan Munaslub," katanya.
Agung mengaku adanya usulan dari munaslub ini bukan berasal dari DPD Partai Golkar. Melainkan hanya orang perorangan kader. "Mungkin kader tidak paham tentang keadaan sebenarnya, tidak paham tentang situasi sebenarnya," pungkasnya.
Sekadar informasi, dalam persidangan e-KTP nama Novanto disebut bersama-sama melakukan korupsi, dengan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) sekaligus pejabat pembuat komitmen, Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemedagri, Irman.
Di mana ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) peran Novanto adalah merayu fraksi-fraksi di DPR agar mendukung proyek pengadaan e-KTP tersbut. Dalam kasus ini dugaan korupsi e-KTP telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.(cr2/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
