Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Februari 2019 | 22.57 WIB

Ferdinand: Kalau Mau Indonesia Tidak Punah, Ganti Jokowi

Jubir BPN Ferdinand Hutahaen - Image

Jubir BPN Ferdinand Hutahaen

JawaPos.com - Dua kubu calon presiden terus melakukan "saling" serang dalam kontestasi Pilpres 2019. Terbaru statemen capres Jokowi yang menyatakan 'punah saja sendiri, jangan ajak kita'.


Statemen yang dilontarkan di Hotel MG Setos, Semarang, Sabtu malam (2/2), itu mendapat respons dari pihak BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Saya pikir bahwa Jokowi sedang apa ya, sedang menyindir Pak Prabowo. Tetapi, sindiran ini kurang tepat. Karena tidak ada yang mau punah," kata Ferdinand Hutahaen saat dihubungi, Minggu (3/2).


Ferdinand menegaskan bahwa statemen Prabowo soal Indonesia bakal bubar sudah tepat. Sebab selama ini konflik di antara masyarakat semakin tinggi.


Menurutnya, Jokowi gagal menyatukan dan merangkul anak bangsa dari dampak konflik setelah Pilpres 2014. Jika dibiarkan terus meruncing, bukan tidak mungkin ucapan Prabowo akan menjadi kenyataan.


"Ancaman Indonesia bubar akan sangat mungkin terjadi kalau presidennya masih seperti Jokowi. Karena cara Jokowi yang gagal menjadi presiden bagi semua pihak," tuturnya.


Ferdinand tidak bisa membayangkan jika Jokowi terus membiarkan polarisasi pada periode selanjutnya. Potensi konflik antara masyarakat bakal semakin terus meruncing.


"Kalau mau Indonesia tidak bubar dan tidak punah, satu-satunya jalan adalah mengganti Jokowi sebagai presiden 2019 ini," terangnya. Setelah itu menyatukan dan merajut kembali Indonesia ke dalam satu dalam bingkai NKRI dan kebersamaan. Bingkai kebinekaan itu diatur dalam UUD dan konstitusi.


Diketahui pada Sabtu malam (2/2) Jokowi menghadiri acara di Hotel MG, Setos, Semarang. Acara tersebut dihadiri sekitar 1.500 pengusaha. Pada kesempatan itu mantan wali Kota Solo tersebut menuturkan sulitnya mengelola Indonesia yang terdiri atas 17 ribu pulau.


"Bukan tugas gampang, 17 ribu pulau bukan satu daratan. Harus semua diurus infrastrukturnya. Di-manage logistiknya sehingga semuanya berjalan. Sebagai sebuah negara besar, tantangannya juga besar. Tapi jangan sampai ada yang mengatakan negara kita ini negara miskin," katanya.


Keyakinan Jokowi menyatakan Indonesia adalah negara besar karena tergabung dalam G-20. Alasan lainnya, produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini telah melebihi USD 1 triliun.


"Saya sampaikan supaya kita tidak pesimistis. Jangan sampai kita pesimistis, gerakan pertumbuhan kita kelihatan sekali kok. (Tapi) ada yang ngomong Indonesia bubar, ada yang ngomong Indonesia punah. Yang benar aja," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore