
Hendri Satrio.
JawaPos.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio melihat pertemuan Jokowi, Prabowo, dan Gibran sebagai bentuk kekompakan. Namun, pertemuan tersebut sejatinya akan lebih komplet jika Wapres Ma’ruf Amin juga dilibatkan. Itu seiring adanya Gibran dalam pertemuan tersebut.
”Pertemuan itu akan lebih komplet dan memiliki kesan serta makna yang luar biasa kalau ada Kiai Ma’ruf Amin,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin. Kehadiran Ma’ruf Amin akan semakin melegitimasi bahwa pertemuan tersebut membahas transisi pemerintahan dari Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo-Gibran.
Karena tidak ada Ma’ruf Amin, Hensat –sapaannya– melihat pertemuan itu tidak sekadar membicarakan transisi pemerintahan, tapi juga urusan lain. Salah satunya terkait dengan rencana pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Menurut Hensat, jika melihat ekspresi Jokowi yang semringah setelah bertemu dengan Prabowo, ada kemungkinan wacana pertemuan Prabowo-Megawati sudah klir atau direstui Jokowi. Rencananya, pertemuan Prabowo-Megawati akan dilakukan akhir pekan ini atau menjelang pelantikan.
Pengamat politik Ujang Komarudin menambahkan, pertemuan intensif antara Jokowi dan Prabowo bisa dilihat sebagai upaya Jokowi untuk menjaga dan mengamankan transisi pemerintahan. Dia menyebut langkah Jokowi itu penting dilakukan demi menjaga transisi pemerintahan berjalan mulus.
Selain itu, Ujang sepakat bahwa pertemuan Prabowo dan Jokowi membicarakan rencana Prabowo memasukkan PDIP dalam koalisinya. Menurut Ujang, langkah tersebut tentu perlu dibicarakan. Apalagi, di tengah isu renggangnya hubungan PDIP dengan Gibran dan Jokowi. ”Nasib Jokowi setelah tidak menjabat tentu perlu dibahas. Kemudian soal Gibran lima tahun ke depan seperti apa,” tuturnya. Di luar itu, Ujang juga melihat Jokowi terus mendorong agar orang-orang kepercayaannya di pemerintahan bisa kembali masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran.
Ma’ruf Amin: Sudah Lama Menanti 20 Oktober
Sementara itu, di sela groundbreaking Pesantren Darul Amin dan Masjid Mambaul Khair di Kabupaten Bogor kemarin (13/10), Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan kesiapannya jelang pergantian Wapres pada 20 Oktober nanti. Dia mengatakan sudah siap jauh-jauh hari. ”Bahkan, sudah lama saya menanti datangnya 20 Oktober,” kata Ma’ruf disambut tawa peserta kegiatan. Sambil bercanda, Ma’ruf bahkan berharap kalau bisa dipercepat itu lebih baik. Sayangnya, waktu tidak bisa dipercepat. (tyo/wan/lyn/rgl/atn/c7/oni)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
