Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Oktober 2024 | 20.07 WIB

Prabowo dan Gibran Intens Bertemu Jokowi Bentuk Kekompakan, Tapi Tidak Ada Ma'ruf Amin

Hendri Satrio. - Image

Hendri Satrio.

JawaPos.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio melihat pertemuan Jokowi, Prabowo, dan Gibran sebagai bentuk kekompakan. Namun, pertemuan tersebut sejatinya akan lebih komplet jika Wapres Ma’ruf Amin juga dilibatkan. Itu seiring adanya Gibran dalam pertemuan tersebut.

”Pertemuan itu akan lebih komplet dan memiliki kesan serta makna yang luar biasa kalau ada Kiai Ma’ruf Amin,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin. Kehadiran Ma’ruf Amin akan semakin melegitimasi bahwa pertemuan tersebut membahas transisi pemerintahan dari Jokowi-Ma’ruf ke Prabowo-Gibran.

Karena tidak ada Ma’ruf Amin, Hensat –sapaannya– melihat pertemuan itu tidak sekadar membicarakan transisi pemerintahan, tapi juga urusan lain. Salah satunya terkait dengan rencana pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Hensat, jika melihat ekspresi Jokowi yang semringah setelah bertemu dengan Prabowo, ada kemungkinan wacana pertemuan Prabowo-Megawati sudah klir atau direstui Jokowi. Rencananya, pertemuan Prabowo-Megawati akan dilakukan akhir pekan ini atau menjelang pelantikan.

Pengamat politik Ujang Komarudin menambahkan, pertemuan intensif antara Jokowi dan Prabowo bisa dilihat sebagai upaya Jokowi untuk menjaga dan mengamankan transisi pemerintahan. Dia menyebut langkah Jokowi itu penting dilakukan demi menjaga transisi pemerintahan berjalan mulus.

Selain itu, Ujang sepakat bahwa pertemuan Prabowo dan Jokowi membicarakan rencana Prabowo memasukkan PDIP dalam koalisinya. Menurut Ujang, langkah tersebut tentu perlu dibicarakan. Apalagi, di tengah isu renggangnya hubungan PDIP dengan Gibran dan Jokowi. ”Nasib Jokowi setelah tidak menjabat tentu perlu dibahas. Kemudian soal Gibran lima tahun ke depan seperti apa,” tuturnya. Di luar itu, Ujang juga melihat Jokowi terus mendorong agar orang-orang kepercayaannya di pemerintahan bisa kembali masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran.

Ma’ruf Amin: Sudah Lama Menanti 20 Oktober

Sementara itu, di sela groundbreaking Pesantren Darul Amin dan Masjid Mambaul Khair di Kabupaten Bogor kemarin (13/10), Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan kesiapannya jelang pergantian Wapres pada 20 Oktober nanti. Dia mengatakan sudah siap jauh-jauh hari. ”Bahkan, sudah lama saya menanti datangnya 20 Oktober,” kata Ma’ruf disambut tawa peserta kegiatan. Sambil bercanda, Ma’ruf bahkan berharap kalau bisa dipercepat itu lebih baik. Sayangnya, waktu tidak bisa dipercepat. (tyo/wan/lyn/rgl/atn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore