Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 September 2023 | 18.35 WIB

Soal Kandidat Cawapres, Prabowo Subianto Jajaki Ridwan Kamil

SAMAKAN VISI: Prabowo Subianto berdiskusi dengan Ridwan Kamil di rumahnya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (13/9) malam. Pertemuan itu dikemas dalam jamuan makan malam. - Image

SAMAKAN VISI: Prabowo Subianto berdiskusi dengan Ridwan Kamil di rumahnya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (13/9) malam. Pertemuan itu dikemas dalam jamuan makan malam.

JawaPos.com – Nama Ridwan Kamil (RK) terdengar makin nyaring di bursa bacawapres. Setelah pekan lalu bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, giliran Prabowo Subianto yang mengundang RK. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dikabarkan menyampaikan keinginan untuk meminang RK sebagai bacawapres.

Foto-foto pertemuan dua tokoh itu diunggah Prabowo di akun media sosialnya. Pertemuan itu berlangsung Rabu (13/9) malam di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan. RK membawa oleh-oleh cilok Bandung. Sebaliknya, Prabowo menyuguhkan nasi liwet, sate, ayam goreng, ikan goreng, tempe, tahu, sayur, serta sambal bawang.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Marcus Mekeng membenarkan adanya pertemuan tersebut. Dia menduga pertemuan itu sebagai bagian dari penjajakan akhir sebelum memutuskan nama cawapres. Karena itu, bukan hanya RK, Mekeng menyebut Prabowo juga menemui kandidat lain. Misalnya, Airlangga Hartarto hingga Erick Thohir. ”Tentu Pak Prabowo melihat sebuah diferensial yang dimiliki semua calon,” ujarnya kemarin. Upaya itu diyakini juga dilakukan Ganjar dan Megawati. Dalam politik, aktivitas tersebut sangat lumrah.

Selain penjajakan, Mekeng memaknai pertemuan itu sebagai upaya Prabowo memagari RK agar tidak keluar dari Golkar. Terlebih, RK yang dominan di Jawa Barat berpotensi diambil calon lawannya. ”Ya itu termasuk (memagari), makanya dipanggil, diajak ngobrol gitu loh. Sehingga nanti muncul dia akan memutuskan koalisinya siapa yang lebih pantas, yang bisa memenangkan,” imbuhnya.

Mekeng tak mempersoalkan apakah Airlangga atau RK yang kemudian dipilih sebagai cawapres. Yang terpenting, ada kader Golkar yang maju. Sebab, dalam dua pilpres terakhir, Golkar yang notabene partai besar hanya menjadi pengikut.

Sementara itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, nama RK memang masuk list kandidat pendamping Prabowo. ”Salah satu nama yang diperbincangkan, dibicarakan di internal Gerindra sebagai kandidat,” imbuhnya. Namun, Muzani menekankan, penetapan nama wakil harus melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM). Tidak bisa hanya diputuskan Partai Gerindra.

Pada bagian lain, pengamat politik Ujang Komarudin menilai, peluang RK menjadi cawapres Ganjar relatif kecil. Sebab, Partai Golkar terlihat masih berkeberatan dengan pencalonan tersebut. Apalagi, mereka sudah berkoalisi dengan Partai Gerindra yang mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. ”Jadi, RK akan sulit jadi cawapres Ganjar,” terangnya.

Menurut Ujang, kesalahan akan fatal jika Megawati meminta langsung ke RK untuk mendampingi Ganjar. Padahal, RK adalah kader Partai Golkar. Jadi, seharusnya Megawati meminta ke partai beringin. Maka, kata Ujang, Golkar bisa jadi kecewa dengan manuver politik tersebut. Langkah RK untuk menjadi cawapres Ganjar akan semakin sulit. ”Karena tidak ada restu dari Partai Golkar,” paparnya.

Saat ini, lanjut dosen Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) itu, tinggal dua nama yang menguat menjadi cawapres Ganjar. Yaitu, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menparekraf Sandiaga Uno. Direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengatakan, keduanya sama-sama memiliki peluang besar. Mahfud mempunyai kedekatan dengan Megawati dan merupakan tokoh senior NU. Sementara itu, Sandiaga mendapat dukungan dari PPP yang sudah berkoalisi dengan PDIP.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru menetapkan cawapres. Menurut dia, saat ini partai koalisi masih melakukan pencermatan terhadap para tokoh yang masuk bursa cawapres Ganjar.

Pencermatan itu dilakukan para ketua umum partai yang mendukung Ganjar. Jika proses itu sudah selesai, pada waktunya nanti diputuskan siapa yang akan menjadi pendamping Ganjar. ”Pembahasan dilakukan secara dinamis untuk mencari yang terbaik,” ujar Hasto.

Sementara itu, Koalisi Indonesia Maju (KIM) kembali menggelar rapat internal tadi malam. Rapat yang digelar di kantor Partai Golkar itu dihadiri para ketua umum partai pengusung Prabowo. Yakni, Gerindra, PAN, Golkar, PBB, dan Gelora.

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menerangkan, rapat tersebut merupakan pertemuan lanjutan. Ada sejumlah isu yang dibahas. Di antaranya, bagaimana merumuskan platform, program kerja koalisi, hingga struktur organisasi pemenangan. ”Dan beberapa hal penting lainnya,” jelasnya.

Di sisi lain, Koalisi Perubahan terus mematangkan persiapan pemenangan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin). Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB Hasanuddin Wahid mengatakan, Anies-Cak Imin mulai melengkapi persyaratan pencalonan sesuai peraturan KPU (PKPU).

”Meskipun PKPU-nya belum diputuskan, kami sudah tahu syaratnya apa saja,” kata Hasanuddin dalam konferensi pers Rabu (13/9) malam. Hasanuddin menyebutkan, salah satu syarat yang sudah dilengkapi itu adalah surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). ”Gus Muhaimin kemarin sudah mengurus SKCK,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore