
Ferdinand Hutahaean sedang mempertimbangkan akan mencabut laporan polisi terhadap Rocky Gerung terkait ucapan
JawaPos.com - Partai Demokrat telah menerima surat pengunduran diri Ferdinand Hutahaean pada Senin (12/10). Dalam surat tersebut, Ferdinand menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus dan sekaligus kader Partai Demokrat.
"Dengan telah diterimanya surat pengunduran diri ini, maka kami melanjutkan dengan proses administrasi sesuai dengan mekanisme yang berlaku di internal Partai Demokrat," kata Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan dikonfirmasi, Senin (12/10).
Ossy menyampaikan, partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan kebersamaannya selama kurang lebih 4 tahun ini. Ferdinand diharapkan dapat sukses menjalani aktivitasnya di pengabdiannya yang baru.
"Semoga Saudara Ferdinand Hutahaean sukses menjalani aktivitasnya di medan pengabdian yang baru untuk nusa dan bangsa," tegas Ossy.
Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean menyatakan pengunduran diri dari Partai Demokrat. Pernyataan ini pertama kali disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat tersebut dalam cuitannya di akun media sosial Twitter.
"Jadi kalau sekarang pun saya akan pergi dari Partai Demokrat, itu juga karena soal prinsip dan keyakinan politik, jalan politik kebangsaan yang saya yakini terlepas apakah saya salah atau benar dengan prinsip yang saya yakini. Saya memutuskan untuk pergi dan akan mengundurkan diri!," kata Ferdinand dalam cuitannya di akun media sosial Twitter, Minggu (11/10).
Baca juga: Berseberangan dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat
Hal ini pun dibenarkan langsung oleh Ferdinand. Dia mengaku bakal segera menyerahkan surat pengunduran diri ke Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
"Ya betul, itu cuitan saya dan memang saya akan mundur. Besok secara resmi akan saya masukkan surat pengunduran diri saya," ujar Ferdinand.
Ferdinand tak memungkiri, alasannya mundur dari Partai Demokrat lantaran berbeda sikap dengan AHY yang menolak pengesagan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja. Dia menyebut, memilih keluar dari PD daripada harus berkonflik diinternal partai.
"Ada beberapa poin alasan saya, tapi tak semua harus saya ungkapkan tapi terutama adalah perbedaan prinsip pemahanan dalam mengelola partai dan perbedaan prinsip tentang memilih jalan politik atau strategi berpolitik. Salah satunya perbedaan prinsip soal UU Ciptaker ini sangat jauh berbeda pemahaman. Jadi saya lebih baik pergi daripada berkonflik didalam," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=BXXr125vNms&ab_channel=JawaPo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
