Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juli 2019 | 22.51 WIB

Pansel Punya Penilaian Sendiri Dalam Proses Seleksi Capim KPK

Peserta bersiap mengikuti tes psikologi seleksi calon pimpinan KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Minggu (28/7/2019). Tes psikologi Capim KPK periode 2019-2023 tersebut diikuti 104 peserta. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS - Image

Peserta bersiap mengikuti tes psikologi seleksi calon pimpinan KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Minggu (28/7/2019). Tes psikologi Capim KPK periode 2019-2023 tersebut diikuti 104 peserta. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JawaPos.com - Koalisi Kawal Capim KPK meminta Pansel untuk memilih pimpinan KPK berdasarkan sembilan kriteria yang direkomendasikan, seperti penanganan konflik kepentingan di internal KPK dan tidak pernah terkena sanksi hukum etik pada institusinya. Pansel menyebut, pihaknya sudah punya kriteria sendiri dalam proses seleksi Capim KPK.

"Kami dari awal sudah tentukan kriteria ya mulai dari integritas, independesi akuntabilitas dan kemampuan. Itu diambil dari keputusan bersama," kata anggota Pansel Capim KPK, Harkristuti Harkriswono di Pusdiklat Sekretariat Negara, Jalan Gaharu I, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia ini menuturkan, pihaknya telah menentukan prosedur serta tahapan seleksi sesuai Undang-Undang. Kendati demikian, dia tetap mengindahkan usulan tersebut.

"Itu adalah sarat yang kami tentukan dan tentu saja ini sesuai dengan peraturan Undang-Undang. Masukan teman-teman boleh saja," jelas Harkristuti.

Saat ini, sebanyak 104 Capim KPK  tengah menjalani tes psikologi setelah sebelumnya lolos pada tahap uji kompetensi. Tes psikologi terhadap para Capim KPK itu dilakukan oleh tim dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

"Tesnya hari ini cuma psikotes saja yang menjadi kewenangannya dari tim psikotes TNI AD. Jadi semua mereka, kita tidak tahu," ujar Ketua Pansel KPK, Yenti Garnasih.

Yenti mengatakan, tes psikologi ini digelar selama enam jam yang meliputi tes kejiwaan dan kepribadian. ‎Yenti mengaku tidak menarget berapa jumlah capim KPK yang akan lolos dalam seleksi tahap ketiga ini.

"Gak ada target, kita hanya tergantung dari hasil psikotes. Harapannya sih mesti ada banyak," ungkap Yenti.

Nantinya, para capim KPK yang lo‎los dalam tes psikologi akan kembali menjalani tahapan seleksi selanjutnya yang meliputi, profile assesment, tes kesehatan jasmani, dan tes wawancara.

Kemudian, Pansel Capim KPK akan menyaring 10 orang untuk kemudian diserahkan namanya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Semoga masih banyak bagus-bagus semua. Tapi gimana pun nanti tetap hanya 10 dari 100‎," ujar Yenti.

Sebelumnya, Koalisi Kawal Capim KPK menyertekan sembilan poin ideal agar Pansel dapat memilih orang yang berintegritas dan mendukung upaya pemberantasan korupsi. Pertama, mempunyai visi terkait dengan pencegahan dan pemberantasan korupsi, kedua memiliki pemahaman penanganan perkara korupsi, ketiga memiliki kemampuan manajerial dan pengelolaan sumber daya manusia.

Selain itu, keempat tidak mempunyai konflik kepentingan dengan kerja-kerja KPK, kelima terlepas dari kepentingan dan afiliasi dengan partai politik tertentu, keenam memiliki kemampuan komunikasi publik dan antar lembaga yang baik, ketujuh tidak pernah terkena sanksi hukum maupun etik pada masa lalu, kedelapan memiliki keberanian untuk menolak segala upaya pelemahan institusi KPK, kesembilan mempunyai profil dan karakter sesuai dengan nilai dasar dan pedoman perilaku KPK.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore