
Agung Laksono
JawaPos.com - Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono memecat Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 wilayah Jawa tengah Bowo Sidik Pangarso. Alasan dalam surat resmi yang dikirimkan Agung, tertulis bahwa masa bakti Bowo sudah habis dan secara nyata melakukan langkah politik yang bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Kosgoro.
Bowo menegaskan bahwa masa baktinya belum habis. Kendati demikian, mantan Ketua DPP kubu Agung itu mengakui bahwa dua minggu lalu, dia mengumpulkan ketua Kosgoro se-Jawa guna membicarakan perkembangan organisasi yang terabaikan sejak mencuatnya konflik di Golkar. Itupun sudah dilaporkan kepada Agung sebagai Ketua Umum Kosgoro. Bowo meminta agar Agung mengumpulkan ketua Kosgoro seluruh provinsi, namun tak juga dilaksanakan.
Akhirnya, dengan insiatifnya, ketua Kosgoro seluruh provinsi berencana mengadakan silaturahmi Sabtu besok, (21/11). Namun, langkahnya itu dianggap Agung sebagai gerakan untuk menghasut Kosgoro membuat musyawarah besar (mubes) luar biasa untuk mengganti kepemimpinan Agung dan memberikan dukungan kepengurusan Aburizal Bakrie di Golkar.
"Kesewenangan Mas Agung sebagai Ketum Kosgoro bisa pecat seenaknya. Gara-gara cuma ingin silaturahmi dan mengajak Golkar lebih baik ke depan, malah dituduh buat gerakan," sesal Bowo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11).
Dia menegaskan sekali lagi bahwa pertemuan Sabtu besok untuk silaturahmi mengkonsolidasikan organisasi Kosgoro. Namun, bisa saja hasil dari silaturahmi itu menginginkan adanya mubeslub. "Kalau teman-teman inginkan mubeslub, ya monggo. Tapi itu bukan wewenang saya. Kosgoro butuh legalisasi, sejak konflik, tak diopeni," imbuhnya.
Memang, kata dia, sejak ada kesepakatan yang dimediasi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kosgoro sepakat akan mematuhinya. Yakni, konflik Golkar selesai jikalau ada putusan Mahkamah Agung (MA). "Kosgoro minta konflik berakhir di MA. Nyatanya Mas Agung perpanjang. Kami minta Mas Agung gentle," tegasnya.
Karenanya, dia menilai bahwa pemecatan yang dilakukan terhadapnya adalah bentuk kepanikan. Sebab, jikalau Kosgoro menyatakan patuh terhadap putusan MA, dukungan terhadap Agung Laksono yang berbasis di organisasi sayap kanan itu habis. "Kecuali Mas Agung mau komunikasi dengan teman-teman Kosgoro dan kembalikan yang teah dipecat. Seperti Pak Rambe, Aziz, dan Airlangga," terangnya.
Sementara itu, Bowo menegaskan bahwa silaturahmi Sabtu besok tetap akan berjalan walaupun dirinya sudah dipecat dan ada intetvensi dari Agung kepada ketua Kosgoro di provinsi untuk tidak menghadirinya. "Tetap dilaksanakan. Sudah ada 22 provinsi menyatakan hadir. Mereka bilang lanjutkan," sebut anggota komisi VIII DPR itu.
Di sisi lain, dengan adanya pemecatan dan intervensi Agung yang dahulu didukungnya itu, Bowo melihat bahwa Agung lah yang tidak demokratis ketimbang Ical. "Dulu menuduh ARB tidak demokratis, tapi ternyata Mas Agung yang sewenang-wenang dan tidak demokratis," serunya dengan nada menyesal. (dna/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
