Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Januari 2019 | 00.20 WIB

PR Besar Buat Paslon, 2 Hal Ini Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat

Isu harga kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan menjadi tantangan bagi kedua paslon. Berdasar survei Charta Politika, kedua hal tadi paling banyak dikeluhkan masyarakat. - Image

Isu harga kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan menjadi tantangan bagi kedua paslon. Berdasar survei Charta Politika, kedua hal tadi paling banyak dikeluhkan masyarakat.

JawaPos.com - Masalah ekonomi menjadi isu paling disoroti masyarakat. Terutama mengenai harga kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan. 


Berdasar hasil survei yang dirilis Charta Politika, terungkap jika persoalan harga kebutuhan pokok menempati urutan teratas dengan 40,6 persen. Di tempat kedua adalah persoalan sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dengan angka persentase 14,9 persen.


Selanjutnya seputar tingginya angka korupsi di instansi pemerintah, biaya pendidikan yang mahal, biaya berobat yang mahal, infrastruktur jalan raya yang tidak memadai, konflik antar umat beragama dan beberapa isu lainnya yang masih. Kesemuanya di bawah angka 5 persen.


Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menganggap tingginya angka responden yang mengeluhkan mengenai masalah ekonomi sesuatu yang wajar. Pasalnya, hampir di seluruh negara mana pun, masalah tersebut selalu menjadi perhatian khusus masyarakat Indonesia.


"Dua besar itu enggak pernah lari. Di negara manapun nomor satu itu harga bahan pokok dan lapangan kerja," kata Yunarto di Kantornya, Rabu (16/1).


Selain mengenai dua pokok persoalan itu, masyarakat Indonesia juga dinilai masih menyoroti mengenai ketimpangan ekonomi yang sangat besar. Yakni antara para konglomerat dengan kalangan miskin.


Ada pun responden yang menganggap masalah itu penting yakni sebesar 66,4 persen. Kemudian baru disusul dengan menguatnya politik identitas berbasis agama dengan 8,8 persen.


"Jadi, dua varibel itu yang paling sering disoroti oleh masyarakat," pungkasnya.


Sebagai informasi, Survei Charta Politika Indonesia dilakukan pada periode 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.


Ada pun survei ini menggunakan metode acak bertingkat alias multistage random sampling dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore