
Said Didu, saat ditemui seusai menghadiri diskusi bertema
JawaPos.com - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu menilai wacana calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno membangun infrastruktur tanpa utang dinilai realistis. Usulannya, negara diminta melibatkan pihak swasta dalam pengeluaran anggaran tersebut.
Said bilang, sejatinya dalam pembangunan infrastruktur ada tiga jenis yakni dasar, ekonomi dan komersial. Khusus infrastruktur komersial, negara bisa meminta hak konsesi kepada swasta untuk melakukan pembangunan.
Adapun infrastuktur komersial itu terdiri dari pembangunan bandara, pelabuhan sampai dengan jalan tol. Selain itu ada termasuk juga pembangkit listrik, hingga SPBU.
"Itu tanpa hutang bisa. Karena itu adalah pilihan bahwa ini diserahkan ke swasta dengan konsesi. Enggak usah BUMN dan pemerintah. Maka pemerintah-pemerintah enggak punya hutang kan," ucap Said ditemui seusai menghadiri diskusi bertema 'Menyelamatkan BUMN Kita, Menjadi Benteng Ekonomi Nasional' di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/12).
Dia mengatakan, pelaksanaan pembangunan infrastruktur dengan melibatkan swasta pernah juga digunakan pemerintah. Dia bilang, pembangunan infrastruktur kali ini justru digarap oleh BUMN yang tak mempunyai dana kuat membangun infrastruktur. Itulah kenapa, mengakibatkan pemerintah terus berutang.
"Dari dulu infrastruktur komersil itu tidak masuk. Sekarang ini baru masuk, karena BUMN ditugaskan. Sehingga dia harus utang. Sebelumnya pembangunan jalan tol itu tidak pernah, itu ya swasta aja," terangnya.
Terkait pembangunan infrastruktur non komersial, kata Said, juga bisa dibangun tanpa utang. Dengan catatan, pembangunan harus dilakukan secara realistis. Contoh nyata dari pembangunan infrastruktur non komersial yakni jalan Trans Papua.
"Ya itu non komersil. Apakah perlu dengan hutang? Bisa dengan utang bisa tidak," terang dia.
Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur non komersial tidak boleh memaksakan kehendak. Sebab, pembangunan infrastruktur non komersial dibangun memakai dana APBN jika tak mau menggunakan utang.
"Pakai APBN. Tapi realistis. Kalau APBN mampunya 100 kilo, jangan dipaksakan 500 kilo. Kalau itu ya hutang nanti," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
