
Jerman U-17 vs Prancis U-17.
JawaPos.com – Kekalahan menyakitkan itu belum bisa dilupakan pelatih Prancis U-17 Jean-Luc Vannuchi. Anak buahnya kalah adu penalti oleh Jerman setelah bermain 0-0 dalam final Euro U-17.
Kekalahan itu pula yang kemudian memotivasi Vannuchi untuk memoles lagi pasukannya di Piala Dunia U-17.
Hasilnya, Les Bluets berhasil melaju ke final dengan hanya sekali kebobolan. Gelar kontinental yang lepas pada final Juni lalu kini berganti titel mondial yang sudah di depan mata.
Persoalannya, yang menantang di final malam nanti di Stadion Manahan, Solo, lagi-lagi Jerman. Seperti sang calon lawan, Jerman juga terus menang sejak fase grup.
”Ini sebuah ujian tingkat akhir bagi kami,” kata Vannuchi dalam jumpa pers di Solo kemarin (1/12).
Tapi, Vannuchi tak mau anak buahnya terbebani balas dendam. Vannuchi tidak mau menganggap laga malam nanti sebagai balas dendam. Dia ingin mereka menikmati pertandingan agar bisa merebut kemenangan.
Motivasi balas dendam, bagi dia, justru akan menambah beban Joachim Kayi Sanda dkk. Padahal, yang akan mereka hadapi adalah tim yang sangat kuat. Bahkan lebih kuat dibandingkan ketika mengalahkan mereka di final Piala Eropa U-17.
Jerman disebutnya punya kekuatan merata di semua lini. Dalam enam laga sejak fase grup, hanya sekali Jerman cuma sekali membobol gawang lawan. Selebihnya selalu tiga kali.
Bagi Vannuchi, itu memperlihatkan tajamnya sektor depan sang jawara Eropa U-17.
”Ini akan jadi pertandingan yang sangat bagus,” katanya.
Jerman tak hanya prima secara teknis dan taktik. Tapi juga secara mental. Kemenangan atas Argentina di semifinal lewat adu penalti setelah kebobolan gol penyama kedudukan di injury time adalah bukti terkini.
Mengingat berimbangnya kekuatan kedua tim, adu penalti bukan tak mungkin kembali terjadi. Dan, semua tahu, baik di level senior maupun kelompok umur, Jerman sangat sulit dikalahkan di babak ”tos-tosan” tersebut.
Karena itu, Vannuchi memastikan pasukannya telah berlatih khusus adu penalti. Mereka juga punya bekal kemenangan dengan cara yang sama atas Senegal di babak 16 besar. ”Saat final Piala Eropa U-17, kami kalah adu penalti. Jadi, kami menyiapkan untuk itu (penalti),” ungkapnya.
Mohamed-Amine Bouchenna, salah satu penggawa Prancis U-17, juga menegaskan tak mau mengaitkan laga malam ini dengan final Euro U-17 lalu.
”Kami hanya ingin membawa pulang trofi, tidak memikirkan dendam,” tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
