Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2023 | 17.07 WIB

Jerman U-17 vs Prancis U-17: Impian Ideal Dihadang Tembok Tebal

Jerman U-17 vs Prancis U-17. - Image

Jerman U-17 vs Prancis U-17.

JawaPos.com – Kekalahan menyakitkan itu belum bisa dilupakan pelatih Prancis U-17 Jean-Luc Vannuchi. Anak buahnya kalah adu penalti oleh Jerman setelah bermain 0-0 dalam final Euro U-17.

Kekalahan itu pula yang kemudian memotivasi Vannuchi untuk memoles lagi pasukannya di Piala Dunia U-17.

Hasilnya, Les Bluets berhasil melaju ke final dengan hanya sekali kebobolan. Gelar kontinental yang lepas pada final Juni lalu kini berganti titel mondial yang sudah di depan mata.

Persoalannya, yang menantang di final malam nanti di Stadion Manahan, Solo, lagi-lagi Jerman. Seperti sang calon lawan, Jerman juga terus menang sejak fase grup.

”Ini sebuah ujian tingkat akhir bagi kami,” kata Vannuchi dalam jumpa pers di Solo kemarin (1/12).

Tapi, Vannuchi tak mau anak buahnya terbebani balas dendam. Vannuchi tidak mau menganggap laga malam nanti sebagai balas dendam. Dia ingin mereka menikmati pertandingan agar bisa merebut kemenangan.

Motivasi balas dendam, bagi dia, justru akan menambah beban Joachim Kayi Sanda dkk. Padahal, yang akan mereka hadapi adalah tim yang sangat kuat. Bahkan lebih kuat dibandingkan ketika mengalahkan mereka di final Piala Eropa U-17.

Jerman disebutnya punya kekuatan merata di semua lini. Dalam enam laga sejak fase grup, hanya sekali Jerman cuma sekali membobol gawang lawan. Selebihnya selalu tiga kali.

Bagi Vannuchi, itu memperlihatkan tajamnya sektor depan sang jawara Eropa U-17.

”Ini akan jadi pertandingan yang sangat bagus,” katanya.

Jerman tak hanya prima secara teknis dan taktik. Tapi juga secara mental. Kemenangan atas Argentina di semifinal lewat adu penalti setelah kebobolan gol penyama kedudukan di injury time adalah bukti terkini.

Mengingat berimbangnya kekuatan kedua tim, adu penalti bukan tak mungkin kembali terjadi. Dan, semua tahu, baik di level senior maupun kelompok umur, Jerman sangat sulit dikalahkan di babak ”tos-tosan” tersebut.

Karena itu, Vannuchi memastikan pasukannya telah berlatih khusus adu penalti. Mereka juga punya bekal kemenangan dengan cara yang sama atas Senegal di babak 16 besar. ”Saat final Piala Eropa U-17, kami kalah adu penalti. Jadi, kami menyiapkan untuk itu (penalti),” ungkapnya.

Mohamed-Amine Bouchenna, salah satu penggawa Prancis U-17, juga menegaskan tak mau mengaitkan laga malam ini dengan final Euro U-17 lalu.

”Kami hanya ingin membawa pulang trofi, tidak memikirkan dendam,” tuturnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore