
Harry Kane berpeluang mengulang hat-trick ke gawang Panama saat Inggris memburu kemenangan demi memastikan status juara Grup L Piala Dunia 2026. (Dok. Harry Kane)
JawaPos.com – Harry Kane berpeluang kembali menjadi mimpi buruk Panama saat Inggris memburu tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup L. Delapan tahun setelah mencetak hattrick ke gawang Panama di Piala Dunia 2018, sang kapten The Three Lions kembali menjadi tumpuan utama dalam laga yang berlangsung di MetLife Stadium, Minggu (28/6) dini hari WIB. Namun, pelatih Thomas Tuchel menegaskan Inggris tidak boleh hanya bergantung pada Kane demi mengamankan kemenangan.
Konsistensi lini depan Inggris jadi sorotan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Ghana pada laga kedua Grup L, Rabu (24/6). Padahal, Harry Kane dkk sebelumnya tampil meyakinkan dengan menang 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Piala Dunia 2026 (18/6).
Nah, ketajaman lini serang itu akan kembali jadi sorotan saat Inggris menghadapi Panama di MetLife Stadium, East Rutherford esok pagi (siaran langsung TVRI pukul 04.00 WIB). Harry Kane menjadi sorotan pada laga ini. Bukan semata perannya sebagai mesin gol The Three Lions-julukan timnas Inggris.
Tapi, Kane punya memori manis dengan Panama. Pada 24 Juni 2018 atau di Piala Dunia 2018, Kane berhasil mencetak hattrick ke gawang Panama. Inggris saat itu menang telak 6-1.
Nah, delapan tahun berselang, Kane masih menjadi tumpuan utama di lini depan. Namun, pelatih Inggris Thoma Tuchel berharap Inggris tidak hanya bergantung kepada bomber 32 tahun itu.
“Argentina mengandalkan Lionel Messi, Prancis mengandalkan Kylian Mbappe. Harry menyukai tanggung jawab (mencetak gol) itu. Kami mengandalkannya, tetapi kami tidak bergantung kepadanya.’’ Tandas Tuchel.
Di sisi lain, Inggris sangat membutuhkan kemenangan. Sebab, tiga poin akan memastikan mereka menjadi juara grup, selama Ghana tidak mengalahkan Kroasia dengan selisih dua gol lebih banyak dari Inggris atas Panama.
Tuchel menegaskan, hasil imbang melawan Ghana tidak mengubah keyakinan timnya. “Kami tidak membutuhkan wake-up call. Semua pemain tetap waspada dan berkomitmen. Jangan terlalu tinggi ketika menang dan terlalu rendah ketika hasilnya kurang baik,” ujar Tuchel seusai laga melawan Ghana seperti dikutip Independent.
Di atas kertas, Inggris jauh lebih diunggulkan. Apalagi, Panama sudah dipastikan tersingkir setelah menelan dua kekalahan pada dua pertandingan pertama Grup L.
Meski begitu, Panama punya potensi merepotkan. Sebab, Los Canaleros -julukan Panama- kemungkinan akan bermain dengan garis pertahanan rendah, sama seperti yang dilakukan Ghana. Karena itulah, Inggris dituntut lebih efektif dalam membongkar pertahanan lawan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
