Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 19.18 WIB

Kemenlu Ghana Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Thomas Partey Ditolak Masuk Kanada

Thomas Partey ditolak masuk Kanada untuk membela Ghana di Piala Dunia 2026. (Instagram/@thomaspartey5)

JawaPos.com - Pemerintah Ghana melontarkan protes keras terhadap keputusan Kanada yang menolak visa Thomas Partey menjelang pertandingan Piala Dunia 2026 melawan Panama.

Kementerian Luar Negeri Ghana menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang "sangat tidak adil" dan menegaskan siap menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak pemain mereka.

Gelandang berusia 32 tahun itu, yang kini membela Villarreal setelah meninggalkan Arsenal, tengah menghadapi sejumlah tuduhan pemerkosaan dan pelecehan seksual di Inggris. Namun, Partey telah membantah seluruh tuduhan tersebut dan hingga kini belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

Ghana Sebut Keputusan Kanada Tidak Proporsional

Melansir Football365, dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Ghana mengungkapkan bahwa mereka telah mengirim nota protes kepada pemerintah Kanada pada Kamis lalu dan meminta agar keputusan tersebut ditinjau kembali.

Selain itu, pemerintah Ghana juga berencana membawa persoalan ini ke pengadilan federal Kanada.

“Pemerintah Republik Ghana menyampaikan keberatan yang kuat menyusul keputusan sewenang-wenang dan sangat tidak adil yang diambil oleh Kanada,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

“Meskipun menghormati hak kedaulatan Kanada untuk menegakkan hukum imigrasinya, Ghana berpendapat bahwa mengandalkan tuduhan yang belum terbukti tanpa adanya putusan pengadilan menimbulkan pertanyaan mendasar tentang keadilan dan proporsionalitas.”

Karena penolakan tersebut, Partey dipastikan tidak dapat melakukan perjalanan ke Kanada untuk laga pembuka Grup L melawan Panama.

Partey Masih Bisa Membela Ghana di Amerika Serikat

Meski tidak bisa memasuki wilayah Kanada, Partey tetap berada bersama skuad Ghana di Boston dan masih berpeluang tampil pada dua pertandingan grup berikutnya yang berlangsung di Amerika Serikat.

Ghana dijadwalkan menghadapi Inggris di Boston sebelum bertemu Kroasia di Philadelphia.

Kanada Tegaskan Tidak Ada Perlakuan Khusus

Pemerintah Kanada melalui juru bicara Kementerian Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen besar seperti Piala Dunia tidak mengubah aturan imigrasi yang berlaku.

“Setiap orang yang ingin datang ke Kanada dinilai secara individual, berdasarkan fakta yang tersedia dan hukum yang berlaku,” ujar perwakilan pemerintah Kanada.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore