
Piala Dunia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi perdebatan mengenai turnamen ini sudah berlangsung di berbagai platform. Mulai dari format baru 48 tim, isu visa bagi beberapa negara peserta, hingga jarak perjalanan yang sangat jauh antar kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi bahan kritik yang terus bermunculan.
Bagi sebagian penggemar sepak bola, edisi 2026 bahkan disebut sebagai salah satu Piala Dunia yang paling kontroversial dalam sejarah. Namun di tengah berbagai kritik tersebut, FIFA justru menunjukkan optimisme yang sangat besar terhadap turnamen ini.
Badan sepak bola dunia FIFA menargetkan pendapatan hingga 13 miliar dolar AS dari Piala Dunia 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 72 persen dibandingkan pendapatan Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencapai 7,57 miliar dolar AS.
Target ambisius tersebut bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utama yang membuat FIFA begitu percaya diri adalah kekuatan pasar Amerika Serikat.
Dari total proyeksi pendapatan, sekitar 4,26 miliar dolar AS diperkirakan berasal dari hak siar. Pasar Amerika memainkan peran besar melalui kontrak siaran yang dimiliki Fox Sports dan Telemundo. Nilainya mencapai sekitar 1,25 miliar dolar AS dan menjadi salah satu sumber pemasukan terbesar FIFA.
Selain hak siar, sektor sponsor juga menunjukkan tren yang serupa. Pada Piala Dunia 2022, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat menyumbang sekitar 36 persen dari total nilai sponsorship FIFA.
Untuk edisi 2026, kontribusi tersebut diperkirakan meningkat hingga lebih dari separuh total sponsor yang terlibat. Kepercayaan FIFA terhadap Amerika sebenarnya bukan hal baru. Saat negara tersebut ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 1994, keputusan itu sempat dipertanyakan banyak pihak.
Saat itu sepak bola belum menjadi olahraga utama di Amerika dan kompetisi profesional yang mapan bahkan belum tersedia. Namun hasilnya justru melampaui ekspektasi. Piala Dunia 1994 mencatat total kehadiran sekitar 3,6 juta penonton di stadion, rekor yang hingga kini masih menjadi yang tertinggi dalam sejarah turnamen.
Meski demikian, hubungan FIFA dengan Amerika memiliki karakter yang berbeda dibandingkan banyak negara lain. FIFA tidak selalu bisa mendapatkan semua yang diinginkan. Beberapa kota seperti Chicago, Phoenix, dan Detroit pernah memilih mundur dari proses pencalonan tuan rumah karena menilai syarat yang diajukan FIFA terlalu berat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022