Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2026 | 02.55 WIB

Timnas Brasil Siap Memburu Gelar Keenam Piala Dunia, Penantian 24 Tahun Jadi Taruhan Besar

Timnas Brasil berjuang meraih trofi keenam di Piala Dunia 2026. (ig @brasil) - Image

Timnas Brasil berjuang meraih trofi keenam di Piala Dunia 2026. (ig @brasil)

JawaPos.com - Brasil selalu identik dengan kejayaan Piala Dunia. Lima gelar juara dan sederet legenda telah menjadikan Selecao sebagai salah satu tim paling disegani dalam sejarah sepak bola.

Namun, sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2002, penantian panjang selama 24 tahun mulai terasa semakin berat bagi negara yang menjadikan sepak bola sebagai bagian dari identitas nasional. Menariknya, ada dua pemain dalam skuad Brasil saat ini yang bahkan belum lahir ketika Ronaldo Nazario dan kawan-kawan menjuarai Piala Dunia di Korea Selatan dan Jepang.

Satu generasi penuh tumbuh tanpa pernah melihat negaranya menjadi yang terbaik di dunia. Bagi Brasil, masalahnya bukan sekadar gagal juara. Negeri Samba selama puluhan tahun dikenal bukan hanya karena kemenangan, tetapi juga karena cara mereka meraihnya.

Sepak bola indah, penuh kreativitas dan kegembiraan, pernah menjadi ciri khas yang membuat mereka dicintai di seluruh dunia. Kini, keunggulan tersebut tak lagi menjadi monopoli Brasil. Mereka tetap menjadi raksasa, tetapi aura sebagai penjaga "jogo bonito" tak sekuat dulu. Karena itulah, Piala Dunia 2026 memiliki arti yang sangat besar.

Carlo Ancelotti Datang dengan Misi Jelas

Melansir ESPN, Carlo Ancelotti menerima pekerjaan sebagai pelatih Brasil dengan satu target yang sangat jelas: membawa pulang trofi keenam. Pelatih asal Italia itu bahkan menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030, tetapi dia sadar ukuran keberhasilannya sangat sederhana.

Menang di Piala Dunia berarti sukses. Selain itu, semuanya dianggap kegagalan. Namun, persiapan Brasil menuju turnamen jauh dari kata ideal.

Sebelum Ancelotti datang, Selecao menghabiskan sebagian besar periode kualifikasi dan Copa America bersama dua pelatih lokal yang dianggap belum cukup berpengalaman untuk menangani tim sebesar Brasil. Saat Ancelotti mengambil alih, waktu yang tersedia pun sangat terbatas.

Cedera Membuat Ancelotti Dipaksa Berimprovisasi

Masalah tak berhenti di situ. Sebelum turnamen dimulai, Brasil sudah kehilangan tiga pemain yang diperkirakan menjadi starter, yakni Rodrygo, Estevao, dan Eder Militao. Kemudian muncul masalah baru dalam laga uji coba melawan Panama. Walaupun menang 6-2, Brasil justru tampil kurang meyakinkan di babak pertama.

Skema empat penyerang favorit Ancelotti ternyata membuat lini tengah terlalu rapuh. Casemiro yang kini berusia 34 tahun dan Bruno Guimaraes sering kalah jumlah ketika lawan menguasai bola.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore