
Duet Lisandro Martinez dan Cristian Romero disebut sebagai kombinasi terbaik di lini belakang timnas Argentina. (Istimewa)
JawaPos.com – Pemain timnas Argentina Lisandro Martinez tidak selalu mendapat sorotan sebesar bek tengah lain di sepak bola modern. Posturnya yang tidak terlalu tinggi bahkan sempat membuat banyak pelatih meragukan kemampuannya sebagai pemain bertahan.
Namun di balik keraguan itu, Lisandro Martinez yang akrab disapa Licha tersebut justru menjadi salah satu sosok penting dalam pertahanan Timnas Argentina di piala dunia. Dalam beberapa pertandingan besar Argentina, kehadiran Licha terbukti membuat lini belakang Albiceleste tampil lebih tenang dan solid.
Terlebih saat Lisandro Martinez dimainkan bersama Cristian Romero atau yang lebih dikenal dengan nama Cuti Romero. Duet keduanya dinilai lebih seimbang dibanding kombinasi Romero dengan Nicolas Otamendi. Salah satu alasan utamanya adalah chemistry yang sudah terbangun lama sebelum piala dunia.
Licha dan Cuti sudah saling mengenal sejak bermain di level junior sebelum akhirnya sama-sama menjadi bagian penting skuad senior Argentina. Kedekatan tersebut membuat komunikasi mereka di lapangan terlihat lebih natural. Keduanya paham kapan harus menjaga garis pertahanan, melakukan pressing, atau menutup ruang lawan.
Tak heran jika banyak pendukung Argentina menilai duet ini sebagai kombinasi paling ideal di jantung pertahanan. Menariknya lagi, statistik juga memperlihatkan pengaruh besar duet tersebut. Saat Licha dan Romero tampil bersama, pertahanan Argentina terlihat jauh lebih rapat dan sulit ditembus lawan.
Kehadiran mereka di depan Emiliano Martinez memberikan rasa aman tambahan bagi lini belakang Albiceleste. Selain faktor chemistry, karakter bermain Lisandro Martinez juga memberi warna berbeda untuk permainan Argentina.
Baca Juga:Nico Paz Siap Ikuti Jejak Sang Ayah di Timnas Argentina, Scaloni Sudah Siapkan Peran Penting
Bek milik Manchester United itu dikenal sebagai ball playing defender yang nyaman menguasai bola dan mampu membangun serangan dari lini belakang. Kemampuan distribusi bolanya menjadi salah satu alasan mengapa pelatih Lionel Scaloni kerap memainkannya ketika Argentina ingin tampil dominan dalam penguasaan bola. Licha memiliki akurasi umpan yang baik, termasuk long passing yang sering membuka ruang serangan dari sisi sayap.
Di sisi lain, Romero tetap menjadi sosok agresif yang kuat dalam duel dan berani memotong serangan lawan. Kombinasi gaya bermain keduanya membuat pertahanan Argentina terasa lebih lengkap.
Kini, perdebatan mengenai siapa duet terbaik di lini belakang Argentina masih terus berlangsung di kalangan penggemar. Namun satu hal yang pasti, kehadiran Lisandro Martinez sudah membuktikan bahwa kualitas seorang bek tidak selalu ditentukan oleh postur tubuh semata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
