
Dr. Abdi Munawar Daeng Mangagang, S.Sos., S.H., M.H. (Istimewa).
JawaPos.com - Pendidikan mungkin tidak mengubah dari mana seseorang dilahirkan. Namun pendidikan selalu mampu mengubah ke mana seseorang akan melangkah. Kalimat itu bukan sekadar ungkapan bagi Dr. Abdi Munawar Daeng Mangagang, S.Sos., S.H., M.H., melainkan kisah hidup yang dijalaninya selama puluhan tahun.
26 Juni 2026 menandai genap satu tahun sejak ia menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Disertasinya mengenai perlindungan hukum bagi ahli waris pekerja yang meninggal dunia berhasil dipertahankan dalam ujian terbuka pada 26 Juni 2025. Namun, gelar doktor bukanlah tujuan akhir. Ia hanyalah satu titik dalam perjalanan panjang seorang anak yang memulai hidup dari keterbatasan.
Perjalanan itu tidak dimulai di ruang kuliah, melainkan dari jalanan Surabaya. Sejak 1988, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Abdi menjadi loper koran Jawa Pos. Setiap pukul tiga dini hari ia mengambil koran di agen Surabaya Timur, mengantarkannya ke rumah-rumah pelanggan, lalu berangkat sekolah. Rutinitas itu dijalani hingga tahun 2013.
Dari hasil mengantar koran, ia membiayai sendiri pendidikan SD, SMP, hingga lulus STM 45 Surabaya pada tahun 1997. Ia tidak pernah meminta uang sekolah kepada kedua orang tuanya. Kemiskinan membatasi keadaan, tetapi tidak pernah membatasi cita-cita.
Lulus STM bukan berarti jalan menuju perguruan tinggi terbuka. Kondisi ekonomi memaksanya bekerja sebagai cleaning service di sebuah perusahaan perhotelan di Surabaya Timur. Baginya, pekerjaan itu bukan akhir dari mimpi, melainkan jembatan menuju masa depan.
Pada tahun 2000, ia akhirnya diterima sebagai mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya dan meraih gelar Sarjana Sosial pada tahun 2006. Di sela kuliah, ia aktif mendampingi buruh yang menghadapi persoalan hubungan industrial. Pengalaman itulah yang mengubah arah hidupnya. Ia menyadari bahwa memperjuangkan keadilan memerlukan keberanian sekaligus pengetahuan hukum.
Kesadaran tersebut membawanya kembali menjadi mahasiswa Fakultas Hukum pada tahun 2009. Ia lulus sebagai Sarjana Hukum pada tahun 2013. Dalam masa itu, ia juga mengajar Sosiologi di SMA Ta'miriyah Surabaya serta magang di kantor Advokat H.A. Mubarok, S.H., M.H., MARS.
Setelah lulus Pendidikan Khusus Profesi Advokat dan diambil sumpah pada tahun 2015, ia dipercaya menjadi Manager Human Resources Development di sebuah hotel berbintang empat di Surabaya. Kariernya sedang berada di titik yang mapan. Namun, kemapanan tidak pernah menghentikan semangat belajarnya.
Tahun 2015 ia mengikuti seleksi Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial dan dinyatakan lulus. Penugasan pertamanya di Pengadilan Negeri Ambon pada Maret 2016 menghadirkan kebiasaan yang terus dipegangnya sepanjang hidup. Setiap berpindah kota, yang pertama kali ia cari bukan pusat perbelanjaan atau tempat tinggal, melainkan kampus.
Di Ambon, ia menjadi mahasiswa Magister Hukum Universitas Pattimura. Siang hari memimpin persidangan, malam hari kembali menjadi mahasiswa. Gelar Magister Hukum diraihnya pada tahun 2018.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
